RIENEWS.COM – Dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terpilih menjadi peserta program Southeast Asian Teachers’ College Course in Japan (SATCC) yang akan dihelat sejak 10 Januari hingga 23 Februari 2019. UMY merupakan satu-satunya wakil dari perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta (PTN/PTS) dari Provinsi DIY.
Di tahun ini, kegiatan SATCC diikuti 18 dosen dan 12 mahasiswa dari seluruh PTN/PTS di Indonesia. Dari UMY terpilih dosen Yuli Wahyuni, dan mahasiswa Program Studi Bahasa Jepang (Prodi PBJ), Rizti Arifianti Cahyani.
Sekertaris Prodi PBJ UMY, Rosi Rosiah menjelaskan bahwa UMY melalui PBJ sejak tahun 2014 rutin mengirimkan sejumlah mahasiswa dan dosen untuk mengikuti program tersebut. Dikatakannya, bahwa program ini memiliki efek positif bukan hanya untuk mahasiswa, melainkan untuk dosen yang mengikuti kegiatan.
Berdasarkan pengalamannya, Rosi mengungkapkan ketika menjadi peserta kegiatan serupa pada tahun lalu, ia mempelajari dan melakukan praktik langsung bagaimana metode pembelajaran yang ada di Jepang.
Baca Berita: Polisi Bongkar Bisnis Sampingan Ario
“Sama seperti sebelumnya, kali ini UMY juga berhasil mengirimkan seorang dosen yaitu Yuli Wahyuni, M.Pd., untuk berangkat ke Jepang bersama Rizti untuk memperdalam ilmu mengenai budaya Jepang,” tutur Rosi, Rabu 9 Januari 2019.
Rosi menegaskan, UMY merupakan satu-satunya perwakilan dari perguruan tinggi negeri dan swasta dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dia berpesan kepada mahasiswa dan dosen yang mengikuti kegiatan SATCC, untuk dapat lebih mengenal Jepang.
Baca Juga: UMY Bukukan 90 Jurnal Internasional di Scopus dan Web of Science
“Pergunakan waktu tersebut untuk lebih mengenal Jepang, segala sesuatu yang kamu dapatkan di sana menjadi sesuatu yang berharga jika sudah kembali ke Tanah Air,” imbuh Rosi.
Rizti Arifianti Cahyani mengakui, tahapan seleksi yang dia lewati untuk lolos jadi peserta mahasiswi di program SATCC yang digelar Japan Foundation, cukup panjang.
Dituturkannya, seleksi pertama diadakan di pertengahan tahun 2018 oleh pihak kampus UMY, dan ia dinyatakan lolos melajur ke tahap tingkat nasional.
“Saya mengikuti seleksi yang cukup panjang agar dapat lolos. Salah satu bentuk seleksi yang saya ikuti adalah membuat artikel mengenai budaya Jepang, tentunya memakai bahasa sana (Jepang),” kata Rizti.
Tulisan Rizti kemudian diseleksi secara nasional, dan ia dinyatakan lolos mengikuti program SATCC di Jepang.
“Pada tahun ini terdapat 12 orang mahasiswa dan 18 dosen dari seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta Indonesia yang berhasil lolos seleksi dan berangkat ke Jepang,” kata Rizti.
Hari ini, Rabu 9 Januari 2019, Rizti bertolak ke Jepang. Selama berada di Negeri Sakura itu, Rizti akan melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan kebudayaan.
Ia akan menetap di beberapa daerah yaitu Osaka, Kyoto, dan Nara untuk mempelajari budaya masyarakat Jepang dengan tinggal di rumah warga Jepang dalam kurun waktu beberapa hari. Kemudian berdiskusi dengan mahasiswa dan dosen Osaka University.
Selain mempelajari kebudayaan Negeri Matahari Terbit, itu Rizti juga akan memperkenalkan kebudayaan yang ada di Indonesia melalui pertunjukan seni.
“Selama di sana, kami akan melakukan pertukaran budaya. Kami mempelajari kebudayaan yang ada di sana secara langsug. Tetapi kami juga membawa budaya yang kami miliki di Indonesia untuk dipamerkan di sana,” pungkas Rizti. (Rep-04)





