Wabup Karo Apresiasi Pembangunan Garupa Kerukunan Beragama

oleh -722 Kali Dibaca
Wakil Bupati Karo Cory S. Sebayang menggunting pita peresmian Jambur Muro Risona Desa Kubu Colia. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty Sebayang melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gapura Kerukunan Beragama di Lorong Ikuten, Kelurahan Gundaling I, Kecamatan Berastagi. Gapura Kerukunan Beragama ini adalah yang pertama kali di bangun di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Wakil Bupati (Wabup) Karo Cory Seriwaty Sebayang mengungkapkan rasa bangga terima kasih kepada panitia pembangunan gapura yang dilakukan secara swadaya oleh warga.

“Yang pertama sekali saya ucapkan banyak terima kasih kepada panitia yang membuat terobosan ini. Jadi kita harapkan desa atau kelurahan yang lainnya bisa mencontoh dan mengikuti apa yang dilakukan oleh warga Lorong Ikuten ini,” ujar Cory dalam sambutan peresmian pembangunan, Selasa 5 Maret 2019.

Cory menegaskan turut membantu pembangunan Gapura Kerukunan Beragama di Lorong Ikuten.

“Ketua Panitia Pembangunan Gapura Kerukunan Beragama, Abadi Pinem kepada saya, mengatakan bahwa (pembangunan) ini adalah swadaya warga. Maka secara pribadi saya juga akan membantu pembangunan ini. Secara pribadi saya turut membantu,” tegas Cory.

Baca Berita: Korban Bencana Alam di Manggarai Barat Bertambah Jadi 7 Orang

Baca Juga: Samsung Galaxy S10 Series Dirilis di Kota Medan

Abadi Pinem mengatakan, pembangunan Gapura Kerukunan Beragama di latarbelakangi adanya rumah ibadah bergandengan, yakni rumah ibadah Umat Islam , Kristen, Vihara Buddha, yang satu-satunya ada di Kabupaten Karo.

“Secara bergandengan dan bahkan satu dinding, yang menandakan kerukunan umat beragama yang selama berpuluh-puluh tahun tetap hidup berdampingan rukun dan damai,” ujar Abadi Pinem.

Peresmian pembangunan turut dihadiri perwakilan umat Islam H. R. Kumar. Dia  menyatakan, pembangunan gapura lintas agama bukti kebersamaan, dan kerukunan umat beragama.

“Terlebih daerah kita ini adalah daerah wisata yang sangat kompleks, artinya keberagaman itu indah. Bentuk gapura ini sesuai desain yang ditunjukkan oleh panitia pelaksana, akan dibentuk dengan reliefnya bermotif  budaya sesuai kearifan lokal, dan menggambarkan tiga lambang keagamaan yaitu Islam, Kristen dan Buddha,” ujar Kumar.

Hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan Gapura Kerukunan Beragama di Lorong Ikuten, Muspika Plus Kecamatan Berastagi, tokoh agama , tokoh adat, pemuda dan para ibu lansia serta warga Lorong Ikuten, Berastagi.(Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *