Warga Mataram Rasakan Guncangan Gempa M6,9 Hingga 2 Detik

oleh -148 Kali Dibaca
Ilustrasi.

RIENEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melaporkan warganya merasakan getaran lemah saat terjadi gempa berkekuatan maginitudo 6,9 sekitar Laut Banda, Jumat 21 Agustus 2020, pukul 11.09 WIB.

“Warga setempat merasakan gempa selama 1 hingga 2 detik,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam siaran persnya.

BPBD Kota Mataram mencatat sejauh ini tidak ada laporan terkait dampak dari gempa. Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kota Mataram, Andi mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, perangkat desa dan instansi lainnya.

Sedangkan BPBD Kabupaten Sumbawa di NTB, warga merasakan getaran lemah dan tidak panik saat gempa terjadi. BPBD Kabupaten juga mencatat tidak ada laporan dampak dari kecamatan dan desa.

Baca Berita:Lau Ba

Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Pemkab Karo Akan Gelar Doa Bersama

Gempa Doublet Guncang Bengkulu, BNPB: Belum Ada Data Korban dan Kerusakan

Sementara itu, BPBD Kabupaten Flores Timur Lenny menginformasikan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, perangkat desa dan instansi lainnya. Sejauh ini tidak ada laporan dampak dari mereka. Warga Larantuka, Flores Timur, NTT tidak merasakan getaran saat gempa terjadi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis parameter gempa bumi di wilayah Laut Banda. Gempa tektonik dengan magnitudo M6,9 berlokasi di laut pada jarak 165 kilometer tenggara Buton, Selatan Sulawesi Tenggara pada kedalaman 586 km.

BMKG menginformasikan berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. BMKG menganalisis berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi tersebut disebabkan adanya deformasi atau penyesaran pada lempeng yang tersubduksi di bawah Laut Banda.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (Normal Fault),” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono.

Ia menambahkan hingga pukul 11.50 WIB, terjadi satu gempa susulan atau aftershock tersebut berkekuatan M5,0.

BMKG menganalisis bahwa guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Waingapu dan Wakatobi III-IV MMI, Mataram, Sumbawa Besar III MMI, Kota Bima, Ende, Ruteng, Kairatu, Banda II-III MMI, Tambolaka, Kendari, Kupang, Ternate dan Alor II MMI. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *