Warga Protes Jalan Berlumpur, Bupati Karo Langsung Bereaksi

oleh -945 Kali Dibaca
Dinas PUPR Karo melakukan peninjauan kondisi Jalan Lau Benukan, Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Selasa 2 April 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana melalui Dinas PUPR langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan kondisi jalan becek dan berlumpur di kawasan Jalan Lau Benukan, Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Sebelumnya, warga memprotes kondisi jalan tersebut.

Dedi Vernando Ginting mengaku melayangkan protes kondisi Jalan Lau Benukan kepada salah seorang staf Bupati Karo. Tindakan itu, sebut Dedi, lantaran kesal dengan kondisi jalan yang becek dan berlumpur. Bahkan di badan jalan ditanam pohon pisang.

“Wajarlah kita kesal, saya mau lewat sulit sekali, harus ekstra hati-hati takut tergelincir. Terlebih jalan ini dekat aliran sungai,” ungkap Dedi.

Dedi mengaku turun dari kendaraannya, dan mengabadikan kondisi jalan becek dan berlumpur itu menggunakan smartphone miliknya. Dia mengakui mengirim foto kondisi jalan itu kepada salah satu staf Bupati karo Terkelin Brahmana.

Baca Berita:

Adaptasi Pendidikan Dokter Atasi Penyakit Baru dan Kritis Pasien

Eksistensi Babinsa Kodim Tulang Bawang

“Puji syukur dan terima kasih, ternyata respons Pemkab Karo cukup cepat dan tanggap terkait informasi yang saya berikan, langsung hari ini (Selasa 2 April 2019) ditinjau oleh Bupati Karo melalui Kabid Bina Marga PUPR Hendra Mitcon Purba didampingi Camat Simpang Empat Amsah Perangin-angin dan Kepala Desa berastepu Gemuk Sitepu,” ungkap Dedi.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Karo, Hendra Mitcon Purba membenarkan meninjau kondisi jalan yang dilaporkan warga.

“Hari ini sudah kita  tinjau dan sudah kita teliti dan survey. Ternyata jalan tersebut (becek dan berlumpur) akibat diguyur hujan satu hari penuh.  Akhirnya becek dan penuh dengan tanah karena hujan membawa tanah dari atas tebing sisi jalan,” kata Hendra.

Kondisi jalan diperparah akibat saluran pembuangan di sekitar jalan tidak berfungsi.

“Kebetulan parit dan gorong gorongnya tidak berfungsi sehingga ketika hujan turun tidak mengalir ke arah sungai yang tidak jauh dari jembatan Lau Benukan. Ini juga salah faktor jalan ini menjadi rawan, sebab air bercampur tanah sudah lengket di badan jalan,” tutur Hendra.

Menyoal pohon pisang di badan jalan, Hendra mengungkapkan, tindakan itu dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Siapa orangnya kita tidak perlu tahu. Yang penting kedepan ini mari jaga kenyamanan masyarakat, silakan kordinasi dengan Kepala Desa dan Camat agar dapat diteruskan ke.pihak berwenang,” ungkap Hendra.

Hendra menegaskan, Dinas PUPR Karo segera memperbaiki kondisi jalan dengan menurunkan alat berat.

“Besok Rabu (3 April 2019)  pukul 09.00 WIB, kita pastikan alat berat kita akan bekerja. Satu unit loader akan membersihkan Jalan Lau Benuken ini, dan selanjutnya akan kita buatkan parit dan gorong-gorong untuk pembuangan air, ketika hujan turun, tidak tersumbat lagi,” Hendra, Selasa 2 April 2019.

Camat Simpang Empat Amsah Perangin-angin mengimbau masyarakat jangan berlebihan dengan memberi tanda di tengah jalan, seperti pohon pisang.

“Ini bisa berakibat fatal, pada malam hari, saat orang melintas tidak akan melihat pohon pisang ini,” kata Amsah. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *