Budidaya Tanaman Salak Dinilai Aman dari Ancaman Erupsi Gunung Sinabung

oleh -51 Kali Dibaca
Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Kamperas Terkelin Purba saat berada di lahan pertanian salak di Desa Kutambaru. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sangat berdampak bagi budidaya tanaman petani di wilayah itu. Abu vulkanik  dari letusan Gunung Sinabung dapat menyebabkan petani gagal panen.

Melihat masih berpotensinya ancaman erupsi Gunung Sinabung, para petani dan pemilik lahan pertanian kini memilih jenis tanaman buah yang dinilai dapat bertahan di bawah ancaman erupsi Gunung Sinabung.

Hal ini dikemukakan Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Kamperas Terkelin Purba yang memiliki lahan pertanian di Desa Kutambaru, Kecamatan Tiganderket.

Sejak 2016, Kamperas memilih budidaya tanaman buah salak di lahan pertanian miliknya itu. Selain dinilai mampu bertahan tumbuh dari ancaman abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, Kamperas menyebutkan, harga komoditas buah salak di pasaran juga stabil.

Baca Berita:

HUT TNI ke-75 Tahun Bertemakan: Sinergi Untuk Negeri

Desember 2020, Laboratorium PCR Covid-19 RSUD Kabanjahe Selesai Dibangun

“Harga buah salak juga mampu bertahan (stabil) di pasaran sekitar Rp9.000 sampai Rp 10.000 per kilogramnya,” ungkap Kamperas saat meninjau lokasi budidaya salak miliknya, Senin 5 Oktober 2020.

Kamperas menganjurkan petani di Kabupaten Karo untuk membudidayakan tanaman buah salak dengan jenis salak super, salak bali dan salat madu.

Disebut Kamperas, dampak erupsi Gunung Sinabung menyebabkan ekonomi para petani dan keluarganya terpuruk. Hal ini disebabkan tanaman budidaya mereka gagal panen karena erupsi Gunung Sinabung.

Harapan perbaikan perekonomian petani dan keluarganya kini kembali tumbuh, khususnya dipetani di Desa Kutambaru.

“Dengan budidaya salak ini, petani dapat bangkit dari keterpurukan ekonomi yang terjadi saat ini,” pungkasnya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *