Kemenko Maritim dan Investasi Akan Bangun 3 Desa Wisata Budaya di Karo

oleh -70 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenko Maritim dan Investasi, Odo RM Manuhutu membicarakan pembangunan tiga desa wisata budaya di Kabupaten Karo. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menawarkan pembangunan tiga desa wisata budaya di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Contoh pembangunan desa wisata budaya telah dilakukan Kemenko Maritim dan Investasi di Desa Siallagan, Kabupaten Samosir.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenko Maritim dan Investasi, Odo RM Manuhutu mengemukakan, desa wisata budaya di Kabupaten Karo akan menarik minat wisatawan dan singgah di Kabupaten Karo, selanjutnya mengunjungi Danau Toba.

Odo menyebutkan, ada tiga desa di Kabupaten Karo yang dinilai potensial dijadikan, dikemas sebagai desa wisata budaya.

“Desa Pengambaten, Desa Dokan (berada di Kecamatan Merek), dan Desa Lingga (Kecamatan Simpang Empat). Tiga desa ini dapat dijadikan daya jual bagi wisatawan jika  tertata dengan baik. Disulap menjadi desa budaya,” ujar Odo.

Rencana pembangunan desa wisata budaya ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Odo RM Manuhutu saat bertemu Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kepala Dinas Pariwisata Karo Munarta Ginting, Jumat malam, 9 Oktober 2020, di Cafe Jabu, Berastagi.

Baca Berita:

Kodam I/BB Bangun Sumur Bor dan Fasilitas MCK di Tiga Desa Kabupaten Karo

Ketua DPRD Karo Curigai Ada Oknum ASN Tidak Netral di Pilbup Karo

“Sekarang, tinggal pihak Pemda Karo, mampu menyediakan tempat yang kita usulkan, maka kita akan fasilitasi ke Kementerian PUPR supaya program pembangunan desa budaya tersebut dapat dibangun di tiga desa tersebut dengan anggaran APBN. Contoh program tersebut sudah ada di Desa Siallagan, Samosir, kita kerjakan,” imbuh Odo.

Bupati Karo Terkelin Brahmana menyampaikan, di ketiga desa itu memiliki rumah ada suku Karo, Siwaluh Jabu. Untuk pengembangan desa tersebut menjadi wisata, Terkelin mengaku Pemkab Karo memiliki keterbatasan anggaran.

“Bila anggaran APBN dapat membantu Pemkab Karo, kami sangat setuju dan mendukung program tersebut, memperluas, melengkapi dan memenuhi kekurangan yang belum ada. Sebab, rumah adat Siwaluh Jabu sekarang ini jarang ditemui karena sudah langka dan hampir punah,” katanya.

Mengenai permintaan penyediaan tempat, Terkelin menyatakan segera menindaklanjutinya.

“Pemda Karo akan segera mengeksekusi lokasi yang diminta melalui dinas terkait, agar minimal tahun depan segera dibangun,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Munarta Ginting menambahkan, melakukan koordinasi dengan masyarakat, tokoh adat dan tokoh masyarakat dari ketiga desa tersebut.

“Agar pembangunan desa budaya terealisasi dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dengan banyaknya kunjungan wisatawan ke tiga desa,” ujar Munarta.

Dia optimistis, rencana pembangunan desa wisata budaya itu, di tahun ini sudah masuk ke Kementerian PUPR.

“Optimis tahun 2020 ini, usulan sudah kita masukkan ke Kementerian PUPR sesuai arahan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, minimal tahun  2021 pembangunan desa budaya terealisasi,” pungkasnya. (Rep-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *