Pemkab Karo Susun SOP New Normal Pariwisata

oleh -220 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama sejumlah pejabat menghadiri acara pembayaran Bantuan Sosial Tunai Kementerian Sosial. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karo kini tengah menyiapkan formula menghidupkan kembali pariwisata di tengah pandemi Covid-19.

“Jika objek wisata dibuka maka pemerintah daerah (Pemkab) harus siap dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Bupati Karo Terkelin Brahmana, Selasa 16 Juni 2020.

Terkelin mengaku telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Karo mempersiapkan SOP (standar operasional prosedur) lingkungan masing-masing.

“SOP ini nantinya akan menjadi jelas, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam pemberlakukan new normal nanti yang juga akan melibatkan unsur TNI/Polri,” kata Terkelin.

Untuk itu, sebut Terkelin, saat ini Pemkab Karo telah merancang regulasi SOP detail dari protokol kesehatan dalam masing-masing sektor.

Baca Berita: 

Letkol Inf Taufik Rizal Paparkan Konsep Penerapan New Normal

Pemkab Karo Siapkan SOP Menuju New Normal

“Esensinya, pengetatan protokol kesehatan di semua lini dan sektor. Hal ini dilakukan agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat mengunjungi pariwisata di Karo. Untuk menjaga citra wisata Kabupaten Karo sebagai tujuan favorit pariwisata di Sumatera Utara dibutuhkan SOP protokol kesehatan yang berfokus pada kesehatan, kebersihan, dan keamanan tersebut masih disusun secara terperinci dan dipersiapkan oleh tim teknis dan juga oleh OPD masing-masing,” ujarnya.

Bupati mengaku sesuai instruksi pemerintah pusat, seluruh destinasi wisata Kabupaten Karo ditutup pada masa pandemi Covid-19. Hingga saat ini sudah sekitar tiga bulan tak ada aktivitas apapun di lokasi wisata.

“Dampaknya, melenyapkan mata pencaharian orang-orang yang terlibat di dalamnya. Itu termasuk pelaku dan masyarakat yang memanfaatkan destinasi wisata. Industri kuliner hingga kreatifpun mati suri. Hingga sekarang masih ditutup. Kami masih menunggu instruksi pusat dan Pemrov Sumut untuk aktivitas wisata,” kata Terkelin.

Sosialisasi dan edukasi new normal wisata ini, tegas Terkelin, juga harus betul-betul sampai ke masyarakat khususnya para pelaku wisata dan stakeholders.

“Dan bila saatnya nanti dengan diberlakukannya new normal, maka kegiatan ekonomi masyarakat dapat kembali pulih, setelah sebelumnya terpuruk dampak pandemi Covid-19 ini, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada,” pungkas Terkelin. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *