Peternak Babi di Karo Minta Pemerintah Sediakan Lahan Kubur Bangkai Babi

oleh -1.121 Kali Dibaca
Petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo menemukan bangkai babi dibuang di pinggir jalan. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Peternak babi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meminta pemerintah setempat menyediakan lahan untuk mengubur babi yang mati karena terserang hog cholera.

Dinas Pertanian dan Peternakan Karo yang melakukan penyisiran di sejumlah wilayah, Senin 25 November 2019, mendapati bangkai babi dibuang di pinggir jalan. Hasil penyisiran yang dilakukan, ditemukan bangkai babi di  Jalan Lingkar, Kelurahan Lau Cimba, Kecamatan Kabanjahe.

Di sana, petugas Dinas Pertanian dan Peternakan mendapati bangkai babi yang sudah dalam kondisi membusuk, tergeletak.

Kepala Dinas Peternakan Karo, Metehsa Karokaro Purba mengungkapkan, penyisiran dilakukan merespons laporan masyarakat terkait pembuang bangkai babi. Di kabupaten Karo sudah seribuan n babi mati terserang virus babi (hog cholera).

Simak Berita: Sudah 462 Ekor Babi di Karo Mati Terjangkit Hog Cholera, Kerugian Rp900 Juta

“Kita langsung turun ke lokasi karena adanya laporan warga, dan kita temukan ada lima ekor. Empat ekor indukan dan satu ekor anakan yang dibuang di pinggir jalan dan ada yang di bawah jembatan sungai,” ujar Metehsa.

Untuk mencegah pembuangan bangkai babi, Metehsa mengungkapkan, pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Warga Lau Cimba dikumpulkan di jambur dan diimbau tidak membuang bangkai babinya di sembarang tempat karena dapat menyebarkan virus.

Baca Berita:

Pemkab Karo-BNPB-Pemprov Sumut Evaluasi Relokasi Tahap III Sinabung

Ikut Lelang Dana Renovasi GBKP, Kain Jongkit Bupati Karo Terjual Rp7 Juta

Salah satu peternak babi di Lau Cimba, Firdaus Ginting mengungkapan peternak mengalami kendala lahan untuk mengubur ternak babi yang mati.

“Kita akui kedulitan menguburkan babi yang mati lantaran kita hanya selaku penyewa lahan ternak. Jadi sebagian kami bingung buat ditanam di mana,” katanya.

Firdaus berharap pemerintah memberikan lahan penguburan bangkai babi.

“Kita sebagai peternak meminta kepada pemerintah agar disediakan lahan untuk penguburan. Sekaligus diceklah surat-surat kesehatan hewannya kalau beli dari luar daerah. Biar kita tahu kondisi hewannya, jangan sampai kena penyakit yang dibawa kemari,” katanya.

Mencari solusi terkait lahan penguburan babi yang mati, Metehsa menggugah warga untuk bersedia memberikan lahan sebagai lokasi penguburan ternak babi yang mati.

“Kita di sini meminta kepada masyarakat untuk memberikan lahannya untuk lokasi penguburan. Karena kita tidak punya lahan. Jadi, kita perlu peran serta masyarakat dalam membantua untuk penguburannya,” katanya.

Metehsa menegaskan bila warga bersedia menyediakan lahannya sebagai tempat penguburan ternak babi akan mengajak, bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dalam penguburan babi. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *