RSUD Kabanjahe Bantah Rawat Pasien Virus Corona

oleh -233 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana meninjau RSU Kabanjahe guna melihat langsung kesiapsigaan rumah sakit tersebut yang menjadi rumah sakit rujukan penanganan Virus Corona. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan akun media sosial, terutama dalam penyebaran informasi Virus Corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Hal ini disampaikan Bupati Karo Terkelin Brahmana merespons viralnya kabar di media sosial (Medsos), akan adanya seorang pasien mengidap Virus Corona dirawat di RSUD Kabanjahe.

“Hati-hati dalam bermedsos dalam menyampaikan informasi yang kebenarannya belum tentu 100  persen benar. Apalagi menyangkut Virus Corona (Covid-19). Ini dapat menimbulkan keresahan, ketakutan, dan kegaduhan di kalangan masyarakat, khususnya bagi keluarga pasien, dan ujungnya dapat  berurusan dengan hukum,” kata Terkelin usai mengikuti Musrenbang RKPD di Kantor Bupati Karo, Sealsa 17 Maret 2020.

Dirut RSUD Kabanjahe Arjuna Wijaya menyayangkan postingan di akun media sosial, menyebutkan tim medis RSUD Kabanjahe kebingungan menangani pasien Virus Corona yang dirawat di RSUD Kabanjahe.

Baca Berita: 

Bupati Karo: TMMD Bukan Saja Mengerjakan Sasaran Fisik Tetapi Lebih Dari Itu

Ini Arahan dan Strategi Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kepada Pemda

Arjuna membantah adanya pasien Virus Corona yang dirawat di RSUD Kabanjahe. Menurutnya, pasien yang disebutkan, berinisial RS (19 tahun), seorang mahasiswa, didiagnosa mengidap sakit demam berdarah dengue (DBD), bukan karena Virus Corona.

Dijelaskan Arjuna, RS penduduk Kabupaten Simalungun, merupakan pasien rujukan dari RS Amanda ke RSUD Kabanjahe pada Senin 16 Maret 2020. Hingga kini, RS masih mendapatkan perawatan di RSUD Kabanjahe.

“Pasien tersebut sudah lima hari sakit demam sehingga kita lakukan assessment. Pasien positif DBD,  bukan terpapar Virus Corona. Pasien sampai sekarang masih kita rawat inap. Ini kita luruskan, agar masyarakat jangan percaya perguncingan menjadi suatu asumsi, menjadi pendapat, kemudian pendapat menjadi kesimpulan dan dijadikan alat bukti,” tegas Arjuna.

Arjuna menyesalkan perilaku pemilik akun media sosial, facebook “Hagana Karo Karo” yang menuding tim medis RSUD Kabanjahe, kelabakan dan bingung, juga kekurangan alat pelindung diri (APD).

“Ini jelas bombastis. Padahal kita selaku pelayan kesehatan ada SOP penanganan pasien. Siapa pun yang datang berobat, kita tidak pernah panik dan bingung. Semua sudah ada sistem penanganan pasien,” pungkasnya. (Rep-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *