RIENEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karo bersama PPK 18 Satker (Satuan Kerja) Metropolitan Medan dan Polres Tanah Karo menetapkan akan menutup akses jalan Berastagi menuju Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Sabtu 21 April 2018 mendatang. Penutupan jalan diberlakukan sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
Keputusan itu ditetapkan dalam Rapat Koordinasi yang dilakukan Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi, Kadishub Karo Gelora Fajar Purba, Kadis PUD Paten Purba, PPK 18 Satker Metropolitan Medan Irganda Siburian, Kasat Lantas Polres Tanah Karo AKP Edward Simamora, Kapolsekta Berastagi, Kompol A Siahaan, dan KBO Lantas IPTU Irwan V. Barus, Senin 16 April 2018, di Kantor Bappeda Karo.
Adapun sebab dilakukannya penutupan jalan utama Berastagi menuju Kabanjahe, untuk perbaikan amblasnya saluran melintang (box culvert/cross drain) di km 63, Jalam Listrik Atas, sekitar 100 meter, sebelum memasuki kota Wisata Berastagi.
KLIK: Presiden FIABCI Asia Pasifik: REI Akan Investasi di Vietnam
PPK 18 Satker Metropolitan Medan, Irganda Siburian menegaskan, penutupan badan jalan status negara itu, menyebabkan transportasi terputus total sehari. Hal ini, kata Irganda, dilakukan perbaikan saluran melintang.
“Ssaluran yang melintang sudah rusak berat, dan tinggal menunggu waktu amblas total di badan jalan km 63, tanjakan memasuki kota Berastagi. Saluran akan diperbaiki secara total dengan kedalaman 2 meter, lebar 1,5 meter, dan panjang 13 meter. Mengerjakan itu sehari diusahakan tuntas agar transportasi ke depan nyaman, lancar, dan tidak sempat mengambil korban jiwa,” tegas Irganda, seusai rapat.
Dalam rangka perbaikan dan penutupan badan jalan sehari tersebut, pemberitahuan kepada masyarakat luas pengguna jalan akan dibuat plank-plank penutupan sehari badan jalan nasional di Berastagi.
Masyarakat diharap maklum dan para pengguna jalan jalur Medan menuju Berastagi atau sebaliknya maklum dan dapat melintas melalui jalan alternatif.
“Seperti dari arah Berastagi dapat melalui jalan Jaranguda melalui Kota Berastagi menuju Tahura atau dari Merek, Sidikalang, dan Simalungun dapat melalui Simpang Tigapanah melalui Tigapanah, Barusjahe, dan keluar di Tahura. Demikian juga sebaliknya. Jalan alternatif ini dapat dilalui dengan baik dan diharapkan dapat memaklumi bila terjadi kemacetan selama perbaikan saluran melintang berlangsung,” imbuh Irganda. (Bay)






