19 Kloter Jemaah Haji 2025 Diberangkatkan Mulai Esok

Pemberangkatan jemaah haji 2025 mulai dilakukan tanggal 2 Mei 2025. Foto Ahmad Syawlana/kemenag.go.id.
Pemberangkatan jemaah haji 2025 mulai dilakukan tanggal 2 Mei 2025. Foto Ahmad Syawlana/kemenag.go.id.

RIENEWS.COM – Kementerian Agama (Kemanag) menyatakan 19 kelompok terbang (Kloter) jemaah haji 2025 dari sembilan embarkasi akan diberangkatkan mulai esok hari, Jumat, 2 Mei 2025. Kloter 01 Jakarta menjadi kloter perdana diberangkatkan menuju Bandara Amir Mohammad bin Abdulaziz (AMMA) Madinah, pada Jumat, pukul 00.45 WIB.

Ke sembilan embarkasi tersebut terdiri dari embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak empat kloter, embarkasi Solo (SOC) empat kloter, embarkasi Surabaya (SUB) tiga kloter, embarkasi Makassar (UPG) dua kloter, serta embarkasi Batam (BTH), Kertajati (KJT), Lombok (LOP), dan Medan (KNO), masing-masing satu kloter.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag, Hilman Latief menjelaskan, sesuai Rencana Perjalanan Haji (RPH) Kemenag, jemaah haji Indonesia secarabertahap pada Kamis, 1 Mei 2025, memasuki Asrama Haji.

“Kita akan memberangkatkan 19 kloter yang mengangkut 7.514 jemaah dan petugas menuju Bandara Amir Mohammad bin Abdulaziz (AMMA) Madinah,” kata Hilman.

Tahun ini pemerintah Indonesia telah menetapkan tiga maskapai penerbangan untuk membawa jemaah dan petugas haji Indonesia, Garuda Indonesia (GA), Saudia Airlines (SV), dan Lion Air (JT).

Maskapai Garuda Indonesia akan mengangkut 104.172 jemaah haji reguler dan petugas ke Arab Saudi hingga kembali lagi ke Tanah Air. Jemaah ini tergabung dalam 287 kelompok terbang. Mereka adalah jemaah yang berasal dari sembilan embarkasi, yaitu: Aceh (BTJ), Medan (KNO), Padang (PDG), Jakarta-Pondok Gede (JKG), Solo (SOC), Banjarmasin (BDJ), Balikpapan (BPN), Makassar (UPG), dan Lombok (LOP).

Saudia Airlines akan mengangkut 102.182 jemaah dan petugas selama musim haji 1446H/2025M. Adapun embarkasi yang akan dilayani, Batam (BTH), Palembang (PLM), Kertajati (KJT), Surabaya (SUB), serta sebagian jemaah embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) dan embarkasi Jakarta Bekasi (JKS).

Maskapai Lion Air diperkirakan akan mengangkut 11.762 jemaah haji, dengan rincian 6.293 jemaah dari Embarkasi Padang (PDG) dan 5.469 jemaah dari Embarkasi Banjarmasin (BDJ).

Petugas Siap Sambut Kedatangan Jemaah

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, persiapan penyambutan jemaah haji Indonesia 2025 mulai dari bandara sudah siap.

“Alhamdulillah banyak sekali kemajuan yang bisa kita capai. Boleh dikatakan hampir semuanya persiapan penyelenggaraan haji, di bandara untuk penjemputan kloter pertama sudah siap segala sesuatunya,” kata Menteri Nasaruddin Umar setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, pada Rabu malam, 30 April 2025, usai menghadiri Konferensi Lembaga Hadis Nabawi binaan Raja Salman di Madinah.

Dalam kunjungan tersebut, Nasaruddin juga meninjau kesiapan petugas dan layanan di Kota Makkah dan Jeddah.

Ditegaskannya, layanan dan mitigasi munculnya potensi masalah telah disiapkan, agar penyelenggaraan ibadah haji 2025 berjalan lancar dan baik.

“Alhamdulillah semua sudah ada antisipasinya agar penyelenggaraan haji berjalan baik dan lancar,” ucap Nasaruddin.

Artikel lain

Menteri Agama Tegaskan Siap Berikan Layanan Terbaik Bagi Jemaah Haji 2025

AJI Indonesia: PHK dan Upah Rendah Masih Mendera Pekerja Media

MK Putuskan Frasa Kerusuhan di UU ITE Tidak Mempunyai Kekuatan Hukum Mengikat

Nasaruddin mengungkapkan, berkoordinasi dengan pihak pemerintah Arab Saudi, berharap jemaah haji Indonesia mendapat bimbingan dan juga kemudahan layanan dalam menjalankan ibadah.

“Keluarga dan Kerajaan Saudi Arabia berpesan yang penting jemaah haji Indonesia memenuhi persyaratan dengan baik. Jangan sampai Indonesia mengirim calon jemaah haji yang tidak lengkap berkasnya. Bisa dipastikan, jika jemaah haji tidak lengkap berkasnya itu akan mengalami kesulitan,” kata Nasaruddin.

Menteri Agama kembali mengimbau warga Indonesia tidak mudah tergiur berangkat ke Tanah Suci tanpa visa haji. Sebab, regulasi di Arab Saudi sangat ketat dan itu baik demi melindungi jemaah haji.

“Kalau ketangkap tidak gunakan visa haji, akan dipulangkan dan denda hingga 400 juta. Jemaah haji Indonesia juga agar selalu membawa identitas saat beraktivitas di Tanah Suci,” tegasnya.

Jangan Bawa Obat Berlebihan

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah agar mematuhi aturan barang bawaan dalam penerbangan. Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menegaskan,barang-barang terlarang dapat memperlambat proses pelayanan di bandara.

“Obat-obatan tanpa resep, rokok dalam jumlah banyak, serta makanan yang dibungkus berlebihan bisa memicu pemeriksaan tambahan dari pihak bandara Arab Saudi. Ini akan mengganggu kelancaran pelayanan,” ujar Basir di Bandara Amir Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, menjelang kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia di Bandara Madinah, pada 2 Mei 2025.

Basir mengimbau para jemaah memperhatikan kemasan makanan.

“Kami minta makanan dibungkus sewajarnya saja. Jangan sampai karena bungkus terlalu rapat pakai lakban, justru menimbulkan kecurigaan petugas bandara,” tambah Basir.

Pihaknya menekankan pentingnya kerja sama jemaah untuk memastikan proses kedatangan berjalan lancar. Selain itu, jemaah diminta memperhatikan perbedaan barang yang boleh dibawa ke kabin dan yang harus masuk bagasi.

Musim Haji 2025 ini, ada 14 embarkasi yang menjadi lokasi pemberangkatan jemaah, yakni embarkasi Banda Aceh (BTJ), embarkasi Medan (MES), embarkasi Padang (PDG), embarkasi Batam (BTH), embarkasi Palembang (PLM), embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG),  embarkasi Jakarta Bekasi (JKS).

Artikel lain

Jelang Hari Buruh, DPR Janji Sahkan RUU PPRT

GoZero% Goes to Medan Perkuat Penerapan ESG Telkom Regional 1

Yogyakarta Berjuang Turunkan Angka Perokok Anak dan Remaja

Embarkasi Solo (SOC), embarkasi Surabaya (SUB), embarkasi Banjarmasin (BDJ), embarkasi Balikpapan (BPN), embarkasi Makassar (UPG), embarkasi Lombok (LOP) dan embarkasi Kertajati (KJT). (Rep-02)

Sumber: Kementerian Agama