6.597 Jemaah Haji 2025 Tiba di Madinah, Suhu Mencapai 36 Derajat Celcius

Jemaah Haji 2025 Indonesia diimbau menjaga kesehatan dan stamina di tengah suhu panas di Tanah Suci. Foto Dok.
Jemaah Haji 2025 Indonesia diimbau menjaga kesehatan dan stamina di tengah suhu panas di Tanah Suci. Foto Dok.

RIENEWS.COM – Memasuki hari kedua pemberangkatan jemaah haji 2025 Indonesia, Sabtu, 3 Mei 2025,  sebanyak 6.579 jemaah dari 17 kelompok terbang (Kloter) dari sejumlah embarkasi telah tiba di Kota Madinah.  Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau para jemaah untuk menjaga kesehatan sehubungan dengan prakiraan cuaca di Kota Madinah mencapai 36 derajat dan kelembaban 14 persen.

“Cuaca di Madinah pada Sabtu, 3 Mei 2025, diperkirakan mencapai 36 derajat Celcius dengan kelembaban sekitar 14 persen. Jemaah kami harap mengenakan pakaian nyaman, menggunakan pelindung kepala, dan minum air putih secara cukup agar terhindar dari dehidrasi,” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Sesditjen PHU) Arfi Hatim.

Arfi menyarankan agar para jemaah menjaga stamina, menghindari aktivitas fisik berlebihan, terutama di bawah terik matahari.

“Istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi. Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan keberkahan dalam menunaikan rukun Islam kelima,” ucap Arfi.

Tahapan pemberangkatan jemaah haji 2025 Indonesia ke Tanah Suci, menurut Arfi, berlangsung sesuai jadwal. Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

Kemenag mengimbau jemaah untuk selalu mematuhi arahan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan ketua kloter, terutama terkait jadwal kegiatan, tata tertib, serta protokol kesehatan.

​​​​​​​Di hari kedua pemberangkatan jemaah haji, 3 Mei 2025, Arfi menyebutkan sebanyak 8.294 jemaah dan petugas haji akan diberangkatkan dalam 21 kloter dari berbagai embarkasi di Indonesia.

“Mereka dijadwalkan tiba di Madinah hari ini dan esok (Minggu),” ujar Arfi.

Ke 21 kloter yang akan diterbangkan pada Sabtu, 3 Mei 2025, menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, yakni berasal dari embarkasi Solo (SOC) Kloter 5, 6, 7 dan kloter 8 dengan jumlah jemaah di tiap kloter 360 orang.

Dari embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) kloter 5 dan kloter 6 dengan jumlah jemaah tiapkloter 393 orang. embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) diberangkatkan tiga kloter yakni kloter 3, 4 dan kloter 5 masing-masing jemaah tiap kloter 442 orang. Jemaah dari embarkasi Surabaya (SUB) diberangkatkan tiga kloter yakni kloter 4, 5, 6 dan kloter 7 dengan jumlah jemaah tiap kloter 380 orang. Jemaah dari embarkasi Makassar (UPG) dua kloter, kloter 3 dan 4 dengan jumlah 393 jemaah tiap kloter.

Artikel lain

Tiga Menteri Lepas Keberangkatan Perdana Jemaah Haji 2025

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2025, Keberlanjutan Media dan Penguatan Demokrasi

Gubernur DKI Jakarta Dukung Penuh Telkom Gelar Digiland 2025

Dan masing-masing satu kloter dari embarkasi embarkasi Medan (MES/KNO) kloter 2 (360 jemaah), embarkasi Padang (PDG) kloter 1 (423 jemaah), embarkasi Batam (BTH) kloter 2 (445 jemaah), embarkasi Palembang (PLM) Kloter 1 (370 jemaah), embarkasi Lombok (LOP) kloter 2 (393 jemaah), dan embarkasi Kertajati (KJT) kloter 2 (445 jemaah).

Layanan Munakosah dan Fast Track

Sesditjen PHU ,Kemanag, Arfi Hatim mengungkapkan, seluruh asmara haji embarkasi di Indonesia telah siap 100 persen untuk melayani para jemaah.

“Alhamdulillah, seluruh asrama embarkasi sudah siap 100 persen. Layanan berjalan lancar dan jemaah merasa terbantu, terutama dengan hadirnya Munakosah yang mempercepat proses masuk kamar tanpa harus menunggu lama,” ujarnya.

Dijelaskannya, munakosah memungkinkan jemaah mengetahui lokasi gedung dan nomor kamar sejak H-2 keberangkatan, baik melalui Surat Perintah Masuk Asrama (SPMA) maupun QR code di situs asramahaji.com. Jemaah tidak perlu membawa tas kabin ke dalam gedung aula tempat mereka melakukan registrasi, sehingga proses check-in menjadi lebih cepat dan tertib.

“Munakosah dirancang untuk membuat jemaah bisa langsung masuk kamar begitu tiba di asrama. Ini sangat bermanfaat, apalagi bagi jemaah lansia dan yang memiliki kebutuhan khusus,” imbuh Arfi.

Kemudahan lain yang diberikan bagi jemaah sejak di dalam negeri adalah layanan fast track atau Makkah Route.

Arfi mengatakan, tahun ini, layanan fast track yang dirintis sejak 2019 kembali dioperasikan di Bandara Soekarno-Hatta, Adisoemarmo Solo, dan Juanda Surabaya.

Sebanyak 122.291 jemaah akan menggunakan fasilitas ini, yang memungkinkan proses imigrasi Arab Saudi diselesaikan sepenuhnya di Indonesia.

Artikel lain

Kuartal I 2025, Telkom Indonesia Catat Pendapatan Rp36,6 Triliun

19 Kloter Jemaah Haji 2025 Diberangkatkan Mulai Esok

AJI Indonesia: PHK dan Upah Rendah Masih Mendera Pekerja Media

“Dengan fast track, jemaah tidak perlu lagi mengantre lama di bandara Arab Saudi. Mereka bisa langsung menuju hotel atau lokasi tujuan setelah mendarat. Ini sangat menghemat waktu dan tenaga,” jelas Arfi. (Rep-02)

Sumber: Kementerian Agama