7 Orang Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Kimbahan Solok Selatan

oleh -111 Kali Dibaca
Petugas mengevakuasi korban longsor di tambang emas Kimbahan Nagari Abai, Kecamatan Sangir Baatang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM –  Tujuh orang tewas tertimbun longsor di lokasi penambangan emas Kimbahan Nagari Abai, Kecamatan Sangir Baatang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Dilaporkan, satu orang masih dalam pencarian, dan sembilan orang selamat dengan mengalami luka-luka dalam peristiwa longsor tersebut.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan, Fikri melaprokan, peristiwa tanah longsor di lokasi tambang emas terjadi setelah hujan dengan intensitas yang tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Minggu 9 Mei 2021 hingga Senin 10 Mei 2021.

Usai mendapat laporan bencana tanah longsor, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Solok Selatan bersama unsur TNI, Polri dan masyarakat segera melakukan evakuasi para korban. Dalam hal ini, para korban telah dibawa  ke Puskesmas Bidar Alam.

Baca Juga:

Koalisi Kebebasan Beragama Berkeyakinan Minta TWK KPK Dibatalkan

2 Unit Rumah Warga Kampung Cibitung Terdampak Longsor

Menurut Fikri, kondisi medan pasca-longsor menyulitkan giat evakuasi dari TKP menuju kendaraan pertolongan.

“Medan cukup sulit untuk evakuasi korban dari TKP ke mobil rescue,” ujar Fikri dalam keterangan tertulis.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyatakan, berdasarkan laporan secara visual yang diterima Pusat Pengendali dan Operasi-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops-BNPB), bebatuan berukuran besar, material tanah dan beberapa potongan batang kayu masih terlihat di lokasi kejadian. Juga alat berat jenis eskavator yang diduga milik penambang masih ada di lokasi longsor.

Wilayah Potensi Risiko Tanah Longsor

Menurut data InaRisk BNPB, Kabupaten Solok Selatan termasuk wilayah yang memiliki potensi risiko bencana tanah longsor dengan indeks kategori sedang hingga tinggi.

“Dalam catatan InaRisk, terdapat tujuh wilayah kecamatan yang masuk dalam kawasan risiko bencana tanah longsor dengan luas bahaya mencakup hingga 208.764,” kata Raditya, Selasa 11 Mei 2021.

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat aktivitas fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia yang teramati bersamaan dengan aktifnya fenomena gelombang ekuatorial lainnya.

Menurut BMKG, kondisi tersebut dapat menimbulkan potensi hujan dengan indeks kategori sedang hingga lebat terhitung mulai tanggal 10-17 Mei 2021.

Provinsi Sumatera Barat menjadi wilayah diperkirakan terdampak potensi cuaca tersebut.

BMKG juga menambahkan bahwa untuk tiga hari kedepan, dampak banjir/bandang dengan kategori ‘waspada’ juga perlu diantisipasi khususnya untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Papua. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *