RIENEWS.COM – Memasuki satu bulan pasca-bencana Sumatra yang melanda 52 kabupaten dan kota di tiga provinsi, Aceh, Sumatra Utara, dan Provinsi Sumatra Barat, jumlah korban meninggal dunia yang ditemukan hingga Kamis, 25 Desember 2025, sebanyak 1.135 jenazah, korban yang dinyatakan masih hilang 173 orang.
Penanganan dampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga kini masih berlangsung. Kritik terhadap penanganan bencana Sumatra masih terus terdengar, terutama menyoal status bencana yang oleh Presiden Prabowo Subianto, belum ditetapkan berstatus bencana nasional.
Mantan Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode 2004-2014, angkat bicara soal bencana Sumatra dan penanganannya. Secara eksplisit, SBY sebagai Presiden menguraikan caranya dalam penanganan dampak bencana tsunami Aceh-Nias, gempa Yogyakarta, dan gempa Padang.
“Komando dan pengendalian harus efektif, dan idealnya Presiden bisa memimpin melalui manajemen krisis yang dijalankan,” kata SBY dalam postingan di akun X resminya pada Rabu, 24 Desember 2025.
Pengamatan Rienews hingga Kamis, 25 Desember 2025, malam sekitar pukul 19.35 WIB, postingan SBY tersebut mendapatkan 306 respons, 174 diposting ulang, dan mendapatkan 2.603 suka, dengan jumlah penayangan 126 ribu yang terus bertambah.
Berikut postingan lengkap SBY menyoal bencana Sumatra dan penanganannya.
Secara pribadi saya terus mengikuti dan mencermati terjadinya bencana alam di Sumatera. Perhatian saya tertuju pada seberapa parah bencana tersebut, termasuk korban jiwa serta kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik. Juga langkah-langkah apa yang dilaksanakan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Saya juga mendengarkan komentar dan percakapan publik menyangkut bencana yang skalanya besar tersebut, termasuk komentar-komentar yang kritis.






