RIENEWS.COM – Aktivitas gunung api Sinabung di Kabupaten Karo hingga saat ini cenderung menurun. Hal ini memungkinkan untuk mengevaluasi status gunung api tertinggi di Provinsi Sumatera Utara tersebut. Sampai saat ini Gunung api Sinabung berstatus Level IV (Awas).
“Sampai hari ini belum ada erupsi susulan. Terakhir Gunung Sinabung mengalami erupsi dua hari pasca Lebaran tahun lalu. Sejak saat itu dan sampai hari ini Gunung Sinabung tak pernah lagi erupsi. Kondisinya relatif sangat tenang,” kata Kepala Pemantau Gunung Api Sinabung, Armen Putra kepada wartawan, Senin 11 Februari 2019.
Dikatakan Armen, saat ini pihaknya sedang melakukan evaluasi status gunung api Sinabung.
Baca Berita: Profesor Hamidullah Marazi Bahas Masa Depan Filsafat Islam di UGM
“Sesuai hasil evaluasi awal kami, kemungkinan besar dalam waktu dekat ini, status gunung Sinabung dari status Awas (Level IV) akan turun menjadi Siaga (Level III). Meski demikian, saat ini kami masih melakukan evaluasi secara menyeluruh. Apalagi sampai hari ini aktivitas kegempaan Sinabung relatif sangat rendah,” jelas Armen.
Baca Juga: Letusan Sinabung Capai 5 Km Disertai Luncuran Awan Panas
Meski demikian, sebut Armen, tidak bisa memastikan apakah gunung Sinabung sudah berhenti erupsi atau tidak.
“Kita lihat saja nanti perkembangannya ke depan,” kata dia.
Meski aktivitas gunung Sinabung relatif menurun, Armen mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak memasuki zona merah. Pemberlakuan larangan dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur Sinabung, ditegaskan Armen masih berlaku..
Dia juga mengingatkan warga di pemukiman dekat sungai-sungai yang berhulu di gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar dingin. Lantaran, telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Lau Borus, maka penduduk yang bermukim, dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Lau Borus agar tetap menjaga ke waspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol, seperti yang terjadi di Desa Sigarang-garang dan Sukatendel, beberapa waktu lalu. (Rep-01)






