Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Pemkab Karo Akan Gelar Doa Bersama

oleh -406 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kepala BPBD Provinsi Sumatera Utara Riadil Akhir Lubis, Dandim 0205/TK, Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto, Kapolres Tanah Karo AKBP Setyo Indriono menggelar rapat koordinasi menyoal penanganan erupsi Gunung Sinabung. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, akan menggelar doa bersama lintas agama, dengan harapan erupsi Gunung Sinabung dapat mereda. Dalam dua pekan terakhir,  aktivitas erupsi Gunung Sinabung  kembali meningkat.

Gunung Sinabung dengan ketinggian 2.460 mdpl, sejak 2010 mulai aktif. Meski kini berstatus level III atau siaga, dua pekan terakhir Gunung Sinabung beberapa kali mengalami erupsi dengan melontarkan abu vulkanik hingga 5.000 meter ke angkasa.

“Jadi, selain usaha lahiriah yang dilakukan, juga harus dibarengi dengan doa. Sesuai pesan Pak Gubsu, pekerjaan yang kita lakukan selama ini akan lebih berhasil jika didukung dengan doa bersama,” ungkap Bupati Karo Terkelin Brahmana.

Berita Terkait: Intensitas Gunung Sinabung Meningkat, BNPB Sarankan Pemkab Karo Lakukan Hal Ini Bila Erupsi Besar

Hal tersebut disampaikan Terkelin Brahmana usai menggelar rapat koordinasi rencana digelarnya doa bersama, di Posko Penanganan Bencana Erupsi Gunung Sinabung di Koramil 04/SE, Jalan Kiras Bangun, Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Rabu 19 Agustus 2020.

Hadir dalam rapat koordinasi itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis, Dansatgas Penanganan Bencana Erupsi Sinabung yang juga Dandim 0205/TK, Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto, Kapolres Tanah Karo AKBP Setyo Indriono, Ketua Umum Moderamen GBKP, Pdt Agustinus Purba STh, tokoh MUI, NU, Muhammadiyah, perwakilan tokoh adat dan BPBD.

Dikatakan Terkelin, Pemkab Karo bersama TNI, Polri dan tokoh lintas agama, tokoh adat berencana bersatu padu menggelar doa bersama di awal September 2020.

“Dengan harapan kasih dan kemurahan Tuhan Yang Maha Esa, agar erupsi Gunung Sinabung segera selesai dan vaksin corona segera ditemukan,” ujarnya.

Dandim 0205/TK, Letkol Kav Yuli Eko Hardianto mengakui dalam beberapa hari terakhir aktivitas Gunung Sinabung meningkat.

Baca Berita:

Gempa Doublet Guncang Bengkulu, BNPB: Belum Ada Data Korban dan Kerusakan

Fun Camp 2020 di PPG Diharapkan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Karo

“Ribuan hektar lahan pertanian rusak karena paparan abu vulkanik dan mengganggu aktivitas warga,” katanya.

Eko mengungkapkan, TNI, Polri bersama Pemkab Karo terus berkoordinasi untuk mengatasi dampak erupsi Gunung Sinabung, terutama abu vulkanik di sejumlah wilayah.

“Dengan melakukan kegiatan penyiraman dan pembersihan abu vulkanik Sinabung terutama ke daerah sekitar lereng Gunung Sinabung,” ujarnya.

Dandim menegaskan, agar masyarakat tidak memasuki zona merah Gunung Sinabung, radius 3 kilometer sektor barat-selatan, radius 5 kilometer sektor selatan-timur, radius 4 kilometer sektor timur-utara, dan radius 3 kilometer ektor utara-Bbarat dari puncak Gunung Sinabung.

“Harus betul-betul steril. Ini selalu kita ingatkan, karena potensi lahar dan awan panas bisa kapan saja terjadi tanpa,” pungkasnya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *