Banjir dan Angin Kencang di Pulau Buru, Puluhan Rumah Terdampak

oleh -179 Kali Dibaca
Areal persawahan terendam banjir di Kabupaten Buru, Maluku. [Foto BPBD Kabupaten Buru | Rienews]

RIENEWS.COM – Puluhan rumah penduduk serta rumah ibadah dan gedung pendidikan terdampak akibat bencana banjir dan anging kencang yang melanda Kabupaten Buru, terletak di Pulau Buru, Provinsi Maluku.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru kini melakukan pendataan warga terdampak banjir dan angin kencang.

Tercatat sebanyak 62 unit rumah terdampak atas kejadian ini. Peristiwa ini juga berdampak pada fasilitas umum seperti masjid, kantor dan bangunan Sekolah Dasar (SD) serta beberapa areal persawahan warga juga ikut terendam.

“Banjir yang menggenangi pemukiman penduduk sebanyak 62 unit rumah dan fasilitas umum lainnya,” ujar Hadi Kalaksa BPBD Kabupaten Buru melalui pesan singkat, Rabu 8 September 2021.

Baca Juga:

Tragedi di Lapas Kelas 1 Tangerang, Presidium ICK Desak Kepolisian dan Menkum HAM Ungkap Penyebab Kebakaran

Vaksinasi Kelompok Marjinal dari Solidaritas Masyarakat Sipil Yogya

Hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya banjir di Kabupaten Buru, pada Selasa 7 September 2021. Tiga desa terdampak yakni Desa Namlea yang terletak di Kecamatan Namlea, Desa Pela di Kecamatan Batabyal, dan Desa Waekasar di Kecamatan Weapo.

Hujan yang disertai angin kencang juga mengakibatkan beberapa pohon tumbang yang menutup ruas jalan Pilar dan Kompleks SD 1 Namlea.

BPBD Kabupaten Buru menerjunkan personil ke lokasi kejadian untuk melakukan pemotongan batang pohon yang menutupi ruas jalan, sehingga dapat dilalui warga sekitar.

Upaya pengurangan debit air juga dilakukan dengan menggunakan pompa air untuk dialirkan ke daerah yang lebih rendah.

Hadi menejaskan, ketinggian air berangsur surut. Selain itu, BPBD Kabupaten Buru sudah memberikan bantuan logistik berupa beras dan mie instan bagi warga yang terdampak banjir.

“Banjir mulai perlahan surut saat ini, dan kami memberi bantuan logistik berupa beras dan mie instan kepada korban banjir,” ujar Hadi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati ada pembentukan dua bibit Siklon Tropis yaitu Siklon Tropis Chantu dan Conson. Kedua siklon tropis tersebut dapat menyebabkan potensi dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Masyarakat Indonesia diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, khususnya bahaya angin kencang maupun angin puting beliung. Fenomena cuaca ini dapat terjadi saat hujan berlangsung maupun saat pergantian musim.

Warga dapat mengakses informasi potensi bahaya pada media informasi dari institusi pemerintah, seperti inaRISK atau pun infoBMKG. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *