Banjir di Provinsi Aceh, Satu Orang Meninggal Dunia

oleh -136 Kali Dibaca
Kondisi banjir di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, dipantau dari udara. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Penanganan kedaruratan bencana banjir di Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, masih berlangsung. Ketinggian air dilaporkan mencapai 2 meter, satu orang meninggal dunia dalam bencana banjir di Kabupaten Aceh Timur.

Salah satu faktor penyebab banjir, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya sungai. Prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hari ini, Senin 7 Desember 2020, potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih terjadi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati pada Minggu malam, 6 Desember 2020, menyebutkan, satu orang meninggal dunia dalam bencana banjir di Kabupaten Aceh Timur. Sejak Rabu 2 Desember 2020 hingga Minggu 6 Desember 2020, Kabupaten Aceh Timur masih dilanda banjir.

Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencanan (Pusdalops BNPB) melaporkan, 60 desa di 12 kecamatan, Kabupaten Aceh Timur terdampak banjir.

“Perkembangan per 6 Desember 2020, pukul 16.20 WIB, jumlah keluarga terdampak mencapai 13.675 KK atau 48.184 jiwa. Warga mengungsi ke tempat yang lebih aman mencapai 1.911 KK atau 7.168 jiwa. Pemerintah daerah telah melakukan upaya penanganan darurat seperti evakuasi, kaji cepat, dan pendistribusian logistik kepada para warga yang mengungsi,” kata  Raditya.

Baca Berita Bencana Banjir Di Sini

Ada pun kecamatan yang terdampak banjir, Kecamatan Peureulak Timur meliptui 7 desa, Julok (5 desa), Birem Bayeun (1 desa), Peudawa (2 desa), Indra Makmur (5 desa), Sungai Raya (13 desa), Peuerulak (11 desa), Ranto Peureulak (5 desa), Pante Bidari (2 desa), Idi Tunong (6 desa), Nurussalam (1 desa), dan Kecamatan Peureulak Barat (2 desa).

Dampak banjir menyebabkan satu rumah rusak berat dan rusak sedang di Kecamatan Julok. Dilaporkan juga, sejumlah jembatan diidentifikasi rusak berat terdata di Kecamatan Peudawa 2 jembatan, Peureulak 1 jembatan, Idi Tunong 1  jembatanm dan Peureulak Barat 1 jembatan. Banjir juga menyebabkan putusnya jalan di dua lokasi, Kecamatan Idi Tunong.

Baca Berita:

36 Wartawan Ikuti UKW di Berastagi, Hendry Ch Bangun: Selalu Membaca

Tagar Mensos Jadi Trending Topik

Raditya menyatakan, dari analisis InaRISK, Kabupaten Aceh Timur merupakan wilayah dengan potensi bahaya banjir pada kategori kelas sedang hingga tinggi.

“Terdapat 24 kecamatan dengan luas 71.232 hektar pada kawasan rawan banjir tersebut,” ujarnya.

Masyarakat Kabupaten Aceh Timur diimbau untuk waspada terhadap bahaya hidrometeorologi dan mempersiapkan diri apabila harus melakukan evakuasi, khususnya di masa pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Penanganan darurat bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah masih berlangsung. Hingga Minggu kemarin, wilayah itumasih dilanda banjir.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya sungai Krueng Jambo Aye, Krueng Keureuto, Pirak, Peto, Pase, Senom dan sungai Sawang, pada Jumat 4 Desember 2020 dan Sabtu  Desember 2020.

Ketinggian air dilaporkan 50 centimeter hingga 200 centimeter. Wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara,   Kecamatan Matangkuli (22 desa), Pirak Timur (6 desa), Tanah Jambo Aye (7 desa), Langkahan (4 desa), Kecamatan Kuta Makmur (1 desa), Kecamatan Syamtalira Bayu Utara (8 desa), Kecamatan Seunuddon (6 desa), Kecamatan Tanah Luas (3 desa), Kecamatan Syamtalira Aron (2 desa), Kecamatan Baktiya Barat (6 desa), Kecamatan Geureundong Pase (1 desa) dan Kecamatan Paya Bakong (1 desa).

Di Kecamatan Paya Bakong dan Langkahan juga dilaporkan terjadi longsor, dan sebanyak 762 kepala keluarga mengungsi di 15 lokasi. Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah, masih melakukan pendataan kerugian materiil. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *