Banjir di Sumbawa, 2 Unit Rumah Roboh

oleh -133 Kali Dibaca
Banjir melanda salah satu wilayah pemukiman warga di Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB. [Foto BPBD Sumbawa | Rienews]

RIENEWS.COM –  Curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat siang, 8 Januari 2021, menyebabkan sembilan desa di lima kecamatan di Kabupaten Sumbawa, terdampak banjir.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penangulangan  Bencana (BNPB), Raditya Jati dalam siaran persnya, Sabtu 9 Januari 2021, menyebutkan sembilan desa terdampak banjir, Desa Pungkit di Kecamatan Moyo Utara, Kelurahan Samapuin, Brang Bara dan Bugis di Kecamatan Sumbawa, Labuhan Sumbawa di Kecamatan Labuhan Badas, Desa Moyo, Moyo Mekar dan Serading di Kecamatan Moyo Hilir, dan Desa Rhee di Kecamatan Rhee.

Raditya menyatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa melaporkan sekitar 883 KK atau 3.532 jiwa terdampak banjir.

“Banjir juga mengakibatkan kerugian material seperti rumah roboh 2 unit dan pemukiman terdampak 44 unit. Selain itu, infrastruktur publik juga terendam seperti puskesmas dan kantor pemerintah masing-masing 1 unit serta sekolah 6 unit. Sedangkan lahan, sekitar 250 hektar perkebunan di 5 kecamatan terendam banjir. Saat kejadian tinggi muka air sekitar 20 hingga 50 cm,” tulis Raditya.

Baca Berita:

Wedus Gembel Gunung Merapi Meluncur ke Hulu Kali Krasak

Hari Ini, Tiga Gempa Bumi Skala Di Atas 5 Magnitudo Landa Perairan Indonesia

Hingga Sabtu 9 Januari 2021, Pusat Pengendalian Operasi BNPB menyebutkan banjir berangsur surut. Namun terpantau malam sebelumnya akses lalu lintas terganggu.

Merespons kejadian banjir ini, BPBD Kabupaten Sumbawa telah berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya seperti TNI, Polri, aparat kecamatan dan desa untuk melakukan pemantauan dan pendataan dampak banjir di lokasi. BPBD juga menyampaikan kebutuhan logistik warga terdampak kepada BPBD Provinsi NTB.

Di samping itu BPBD tetap menyiagakan personel untuk mengantisipasi banjir susulan maupun kondisi darurat di lapangan. Prakiraan cuaca BMKG masih menyebutkan adanya potensi hujan di wilayah NTB. Demikian juga, berdasarkan informasi cuaca di wilayah 5 kecamatan terdampak juga masih berpotensi dengan intensitas ringan hingga sedang. Masyarakat dapat memantau prakiraan cuaca ini melalui aplikasi Info BMKG yang  dapat diakses melalui telepon pintar.

Sementara itu, Kabupaten Sumbawa termasuk wilayah dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Kelima kecamatan terdampak merupakan bagian dari 21 kecamatan di kabupaten ini yang teridentifikasi memiliki potensi bahaya tersebut. Informasi ini dapat dipantau melalui InaRISK atau inarisk.bnpb.go.id.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, khususnya di tengah puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021. Kesiapsiagaan dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga, seperti langkah antisipasi untuk penyiapan obat-obatan, makanan ringan dan minuman atau dokumen penting keluarga. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *