Bupati Karo-Kemenpar Bahas Destination Branding Danau Toba

oleh -1.475 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana (duduk kanan 2) bersama Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata I. Gde Pitana, membahas penyusunan Strategi Destination Branding Danau Toba, Rabu 11 April 2018, di Hotel Grand Aston, Medan. [Foto Rienews.com]

RIENEWS.COM Pemerintah Kabupaten Karo bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membahas penyusunan Strategi Destination Branding untuk 5 destinasi pilihan; Danau Toba, Palembang, Padang, Labuhan Bajo, dan Manado.

Ppembahasan penyusunan startegiLogi  Destination Branding dihadiri oleh Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar I. Gde Pitana, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Deputy CEO of MarkPlus Inc  Dr.Jacky Mussry, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Kepala BappedaKaro Nasib Sianturi, Kadis Pariwisata Taput Binhot Aritonang, Kabid Parawisata Humbang Hasundutan Perdinan Sitinjak, Kadis Pariwisata Pakpak Bharat Bambang S. Banurea, dan Kadis Pariwisata Dairi L. Sihotang.

“Penyusunan strategi destinasi merupakan strategi yang menjadi bagian dari tourism marketing dan digunakan untuk mengembangkan identitas sebuah destinasi dengan memperhatikan keunikan yang ada. Hari ini, kita memfinalisasikan pembuatan Logo Destinasi Danau Toba,” ungkap I. Gde Pitana, dalam pertemuan yang dilangsungkan di Great Wall Room Hotel Grand Aston, Kota Medan, Rabu 11 April 2018.

KLIK: Rakor PKK se-Indonesia, Sariati:Peran Aktif PKK di Pemerintahan

Ditambahkan I. Gde Pitana,  Kementerian Pariwisata telah mempertimbangkan  dua logo (brand) yang dapat digunakan untuk Danau Toba. Bertuliskan “Lake Toba  Caldera of Kings dengan makna pendekatan sosio-kultural, dan satu lagi makna pendekatan Wonderful Indonesia.

Bupati Karo Terkelin Brahmana mengatakan mengapreisasi Logo Destinasi Danau Toba, tercantum elemen flayer Gorga yang lebih lebar khas kawasan Batak Karo digunakan untuk menunjukkan budaya khas Danau Toba di kawasan Barat

“Masalah warna , dalam logogram tersebut ada warna putih, hitam, dan merah. Bagi setiap daerah adalah suatu simbol, jika di Kabupaten Karo sering menonjolkan dalam acara budaya, tiga warna, hitam, putih, dan merah. Semua ini adalah aspek budaya,” imbuh Terkelin.

Ditambahkannya, tampilan warna sangat mendukung dalam penentuan logogram yang akan disepakati Lake Toba dalam logo.

“Untuk daya tarik dari setiap masyarakat yang melihat logo tersebut ketika di promosikan. Karena sangat menentukan, ini usul saya,” kata Bupati Karo. (Bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *