Bupati Karo Larang Ruang Kelas Lantai II SMPN 1 Berastagi Digunakan

oleh -1.499 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana (tengah) meninjau ruang kelas SMP Negeri 1 Berastagi, Kamis 4 Oktober 2018. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana meminta pihak sekolah SMP Negeri 1 Berastagi tidak menggunakan ruang kelas di lantai dua untuk proses belajar-mengajar.

Hal ini disampaikan Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau langsung kondisi bangunan, ruang kelas lantai dua, SMP Negeri 1 Berastagi, Kamis 4 Oktober 2018.

Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan Karo Eddi Surianta, Kepala Dinas PUPR Paten Purba, Kepala Bappada Amal, tiba di SMP Negeri 1 Berastagi, sekitar pukul 11. 30 WIB. Kedatangan rombongan Bupati Karo disambut Kepala SMP Negeri 1 Berastagi, Henny br Saragih dan para guru.

Kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana, Henny menjelaskan, bangunan SMP Negeri 1 Berastagi awalnya bangunannya berukuran 7 x 8 meter dan satu lantai.

Baca Berita: Halaman Kantor Polsek Berastagi Diberdayakan Tempat Bermain Anak

“Bangunan pertama dulu berlantai satu, dibangun ukuran 7 m x 8 m pada tahun 2015 dengan sumber dana dari orang tua siswa bersama hasil musayawarah dengan Ketua Komite,” jelas Henny.

Di tahun 2016, sebut Henny,  Ketua Komite dan orang tua siswa sepakat dibangun satu lantai lagi.

“Kemudian di tahun 2016, Ketua Komite dan orang tua siswa sepakat dibangun, ditingkatkan menjadi dua lantai,” imbuh Henny.

Bupati Karo setelah melihat langsung kondisi ruang kelas di lantai dua, meminta pihak sekolah, sementara tidak menggunakan ruang kelas tersebut.

“Mengingat kondisi bangunan tersebut, sesuai pengamatan dan saran dari Dinas PU PR, sementara dikosongkan. Sebab mengantisipasi apabila gedung tersebut ambruk, dampaknya banyak makan korban. Jadi jangan ambruk dulu baru kita kerjakan, ini harus kita antisipasi, dan jangan biarkan anak-anak kita belajar dalam kondisi terancam jiwanya,” tegas Terkelin Brahmana.

Bupati Karo menginstruksikan pihak sekolah, Dinas Pendidikan Karo mengambil langkah.

“Segera rapatkan, ambil langkah-langkah dengan cara undang pemborong yang mengerjakan sebelumnya, ketua komite, dan kepala sekolah untuk mencari solusi, bukan untuk mencari siapa yang salah. Karena pada prinsip utamakan perjanjian dan kesepakatan yang ada antara pihak sekolah dan pemborong,” imbuh Bupati Karo.

Dikatakan Bupati Karo,  seandainya tetap tidak ada solusi perbaikan gedung sekolah, misalnya tidak ada anggaran sekolah, maka buatkan surat ke Dinas Pendidikan dan diteruskan ke Pemkab Karo.

“Uraikan  fakta dan lampirkan hasil musyarwarah, sehingga dapat kita rapatkan lagi bersama tim anggaran,” pungkas Terkelin.

Kepala Dinas Pendidikan Karo, Eddi Surinta Surbakti berjanji akan segera membahas hal itu bersama dengan pihak sekolah, komite sekolah, dan pemborong.

“Untuk gedung sekolah di lantai dua  sudah agak goyang. Indikasi, kurang kuat pondasi yang menopang bangunan sesuai analisis sementara dari Dinas PU PR dan Bappeda,” kata Eddi.

Pemborong bangunan lantai dua SMP Negeri 1 Berastagi, R. Purba menyatakan, bangunan yang dikerjakannya pada tahun 2016, sesuai dengan kesepakatan.

“Bangunan tersebut dibangun pada tahun 2016 sesuai dengan gambar dan arsitek yang kami sepakati bersama dengan pihak sekolah.  Saya pun heran, kenapa ini tiba-tiba disampaikan ke saya. Ini pun setelah pak Bupati Karo datang meninjau, saya disuruh datang,” kata R. Purba.

Dia menegaskan, hanya  membangun lantai dua dengan anggaran minim.

“Gedung sekolah lantai satu bukan saya yang kerjakan. Saya melanjutkan pembangunan gedung lantai dua II dengan anggaran minim,” kata Purba tanpa menyebut total anggaran pembangunan lantai dua. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *