Bupati Karo: Selamat Pak Jenderal

oleh -2.313 Kali Dibaca
Wadan Kodiklat TNI AD Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring (dua kanan) dan Bupati Karo Terkelin Brahmana (tiga kanan) melakukan gerakan tari tradisional Karo, dalam acara syukuran kenaikan pangkat Yosua Pandit Sembiring, Sabtu 30 Juni 2018, diAuditoroum Deli Husada Sembiring, Delitua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.[Foto Ist | Rienews.com]

RIENEWS.COMBupati Karo Terkelin Brahmana menghadiri syukuran kenaikan pangkat Wadan Kodiklat TNI AD, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring yang digelar di Auditoroum  Deli Husada Sembiring, Delitua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu 30 Juni 2018.

“Sebagai suku Karo, khususnya saya pribadi, kehadiran sosok seorang jenderal (Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring) di matra  TNI AD, patut diapresiasi. Sekali lagi saya ucapkan, selamat pak jenderal,” ujar Bupati Karo Terkelin Brahmana.

Diungkapkannya, dalam acara syukuran itu, semua dipertemukan Tuhan dalam kondisi sehat dan sukacita.

“Di tempat ini, kita semua sudah dipertemukan oleh Tuhan dengan sehat dan sukacita, semoga ke depan tugas yang percayakan oleh negara kepada jenderal ” dapat diaplikasikan dan diimplikasikan melalui pengabdian bagi Negara dan Bangsa,” kata Terkelin Brahmana.

Baca Berita: “Anggunnya” Letusan Gunung Agung di Bali, Hari Ini

Acara syukuran kenaikan pangkat Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, dihadiri Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, Kasrem 022/PT Letkol Inf Agustatius Sitepu, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara, Direktur Yayasan Rumah sakit Deli Husada Yohanes Sembiring, Sekcam Desa Merdeka Oberlin Sembiring, Ketua Panitia Syukuran Iwan Depari, Daniel Pelawi, Natanael Sembiring, Jepta Pelawi, Sumbul Depari,dan Perkumpulan PS4SB.

Wadan Kodiklat TNI AD Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengucapkan terima kasih kepada keluarga, famili, teman, sahabat dan para Bupati, Kasrem 022/PT Letkol Inf Agustatius Sitepu, telah meluangkan waktu dan ksempatan untuk hadir dalam acara syukuran itu.

Dalam acara syukuran itu, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengungkapkan kisah masa mudanya.

Menurut Yosua, jangan jadi bodoh karena ujungnya akan jadi preman.

“Jika bodoh ujungnya akan jadi preman, tapi kalau nakal, cerdas, maka bisa jadi “jenderal” kelak seperti saya,” ungkap Yosua disambut aplaus para tamu.

Yosua membeberkan dirinya selalu mengingat pesan dari orang tuanya.

“Ada beberapa pesan orang tua saya yang tetap saya ingat, yaitu tolonglah orang lain, selagi memiliki kedudukan. Ketika hendak tiba giliran mau menolong orang kedudukan tidak ada, maka kita sulit untuk menolongnya. Dan perlu dicermati  sekarang kita dihadapkan dengan revolusi ekonomi, revolusi teknologi, bahkan revolusi mental. Semua itu kuncinya jujur dan bekerja keras, ibarat dalam agama muslim sesuai amal dan perbuatan, dalam kristen tabur tuai,” ungkap Yosua.

“Jadilah seperti akar, tidak mengenal berhenti bekerja siang dan malam, selalu memberikan kehidupan bagi daun, batang, dan putik. Akan tetapi  akar tidak pernah dipuji, yang dipuji adalah buahnya,” pungkas Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring. (Rep-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *