Demi Gedung SMA, Tuah Pandia Hibahkan 1 Ha Tanah

oleh -2.516 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Tuah Pandia (rentangkan tangan), pemilik lahan 1 hektar yang dihibahkan kepada pemerintah untuk pembangunan gedung SMA di Desa Payung. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana memuji kepedulian Tuah Pandia dalam memajukan pendidikan di lingkungan desanya,  Desa Payung, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Demi berdirinya gedung SMA, Tuah Pandia menghibahkan tanahnya seluas 1 hektar (ha) kepada Pemerintah Kabupaten Karo, untuk pembangunan sekolah.

“Inisiatif menghibahkan tanah seluas 1 hektar ini, bukti nyata betapa tingginya keinginan masyarakat memajukan pendidikan,” ujar Bupati Karo Terkelin Brahmana.

Bersama Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, H. Syahrial Ginting, Kepala Dinas Pendidikan Karo, Eddy Surianta Surbakti,  Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi, anggota DPRD Karo, Mansur Ginting, Kepala Dinas PUPR,  Paten Purba, Sekcam Payung Mariani br Sitepu, Bupati Karo meninjau lokasi tanah 1 hektar milik Tuah Pandia, Selasa  25 Juni 2019.

“Setelah kita lihak dan cek lokasi tanah, perladangan  tanaman kopi, lokasinya cukup strategis. Datar dan dekat ke akses jalan kabupaten, yang menjadi jalan utama Kabanjahe–Kutabuluh. Di samping itu, tanah yang dihibahkan, di sampingnya ada akses jalan ke Dusun Simpang Sebintun, Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, juga akses penghubung ke jalan Desa Kutasuah, Kecamatan Munte maupun ke Desa Batukarang, Kecamatan Payung,” kata Terkelin.

Baca Berita:

Ini Jembatan Rp2 M Bernilai Historis Perjuangan Bangsa

“Tidak Kusangka Bapak Bupati Jalan Kaki 1 Kilometer”

“Kita menyambut baik. Dinas Pendidikan Kabupaten Karo dan UPT Diknas Provinsi Sumut agar segera menindaklanjutinya, untuk melakukan verifikasi ke lapangan. Surat persetujuan warga dari ahli waris tanah yang dihibahkan seluas 1 hektar, Tuah Pandia agar secepatnya memberikannya kepada Pemkab Karo untuk ditindaklanjuti ke provinsi. Sehingga proses penganggarannya di provinsi bisa berjalan dengan baik. Paling tidak, sudah ditampung anggaran pembangunannya di APBD Sumatera Utara Tahun Anggaran 2020,”  kata Terkelin.

Pemilik tanah 1 hektar, Tuah Pandia menyatakan, penyerahan tanah yang dilakukan murni, tulus demi  kemajuan pendidikan di Kabupaten Karo khususnya di Kecamatan Payung.

Namun dia juga meminta Pemkab Karo, agar meningkatkan pembangunan jalan menuju ke lokasi ladangnya maupun ke lokasi jembatan “Napak Tilas Pahlawan Nasional Kiras Bangun”, sepanjang sekitar 3 kilometer. Hal ini ditujukan agar warga sekitar yang memiliki tanah atau ladang  di sekitar sekolah akan terbantu dari segi infrastruktur untuk memudahkan distribusi hasil-hasil pertanian.

“Jalan itu bisa berfungsi sebagai ringroad luar tiga desa, seperti Desa Batukarang, Rimokayu, dan Desa Payung. Apalagi jalan satu-satunya yang ada selama ini antara Desa Payung ke Batukarang cukup sempit dan setiap Pesta Budaya Kerja Tahun selalu menjadi langganan macet parah. Hal itu sudah lama dikeluhkan warga,” ujar Tuah Pandia kepada Bupati Karo.

Menyikapi hal itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana meminta Camat Payung mengadakan runggu (musyawarah) terutama kepada warga pemilik tanah yang akan digunakan untuk pelebaran jalan.

“Kalau warga berkenan, jalan ini diperlebar menjadi 8 hingga 12 meter, dan ini juga gunanya untuk kepentingan umum,” kata Terkelin.

Sementara itu, Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, H. Syahrial Ginting didampingi Kepala Dinas Pendidikan Karo, Eddy Surianta Surbakti, menyambut positif keinginan warga terhadap pendirian sekolah SMAN di Desa Payung.

“Setelah nantinya selesai proses verifikasi dan serah terima surat persetujuan dari pemilik tanah Tuah Pandia. Secepatnya akan kita ajukan ke provinsi. Mudah-mudahan anggarannya sekitar Rp3 miliar akan ditampung di APBD Sumatera Utara Tahun Anggaran 2020,” imbuh Syahri. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *