Gempa Dangkal Majene 5,9 Magnitudo, Getaran Dirasakan Hingga Skala V MMI

oleh -223 Kali Dibaca
Tangkapan layar, peta guncanan gempa bumi M5,9 di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Kamis 14 Januari 2021. [Sumber BMKG | Rienews]

RIENEWS.COM – Gempa bumi magnitudo (M) 5,9  melanda Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), pada Kamis 14 Januari 2021. Guncangan gempa bumi tersebut dilaporkan dirasakan hingga skala V Modified Mercalli Intensity (MMI).

Skala V MMI, getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi M5,9 tersebut terjadi pukul 13.35 WIB. Pusat gempa berada di darat, 4 kilometer barat laut Majene, pada kedalaman 10 kilometer.

Merujuk laporan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan dalam skala IV-V MMI di wilayah Kabupaten Polewali Mandar. Di wilayah Kabupaten Mamuju getaran gempa dirasakan skala IV MMI.

Baca Berita:

Truk Bermuatan Dilarang Masuk Jalan Selamat Ketaren Kabanjahe

Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19

Untuk wilayah Kabupaten Kabupaten Majene, Mamuju Utara, dan Mamuju Tengah, guncangan gempa dirasakan dalam skala III-IV MMI. Sedangkan wilayah Toraja dan Mamasa, getaran gempa bumi dirasakan dalam skala intensitas III MMI.

Sementara itu di wilayah Pinrang, Pare-pare, Wajo dan Tanah Grogot getaran gempa tektonik ini dirasakan dalam skala intensitas II-III MMI. Sedangkan di Balikpapan, guncangan gempa dirasakan skala II MMI.

Mengutip keterangan Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, BMKG, Daryono di akun media sosialnya (facebook) yang ditulis dengan kalimat pembuka; Gempa Guncang Majene, Dipicu Sesar Naik Mamuju, menyebutkan, wilayah Majene, Sulawesi Barat diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo  5,9.

Episenter terletak pada koordinat 2,99 LS dan 118,89 BT tepatnya di darat pada jarak 4 km arah BaratLaut Majene, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Diduga kuat pemicu gempa ini adalah Sesar Naik Mamuju (mamuju thrust). Terbukti bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

“Banyak warga lari berhamburan keluar rumah karena terkejut guncangan kuat yang terjadi secara tiba-tiba. Melihat peta shakemap hasil analisis BMKG tampaknya gempa ini berpotensi merusak. Hingga hari pukul 14.00 WIB siang ini, hasil monitoring BMKG menunjukkan 2 aktivitas gempabumi susulan (aftershock ) dengan magnitudo maksimum M=4,9,” tulis Daryono.

Belum Ada Laporan Dampak Gempa

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati menyebutkan hingga kini belum ada laporan dampak gempa yang terjadi.

“BNPB melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Majene untuk memonitor kondisi pascagempa. Hingga kini belum ada laporan dari BPBD setempat mengenai dampak akibat gempa yang terjadi pada siang tadi,” kata Raditya melalui siaran pers kepada wartawan.

Dijelaskannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menginformasikan, warga merasakan guncangan kuat.

“Warga merasakan gempa kuat selama kurang lebih 3 detik. Masyarakat panik dan keluar rumah. Setelah gempa terjadi, BPBD Kabupaten Majene melakukan koordinasi dengan perangkat kecamatan dan desa terkait dampak dari gempa,” jelas Raditya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *