Gunung Sinabung Meletus Lagi, PVMBG Keluarkan Status Oranye Penerbangan

oleh -256 Kali Dibaca
Visual Gunung Sinabung dari CCTV Kebayaken (timur laut) PVMBG. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Geologi (PVMBG) mengeluarkan pemberitahuan keamanan penerbangan (VONA) status oranye. Hal ini menyusul kembali meletusnya Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Kamis 13 Agustus 2020.

Erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pada pukul 06.07 WIB, tercatat melontarkan abu vulkanik dengan ketinggian kolim 1.000 meter dari puncak Gunung Sinabung.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB menerima laporan kolom abu berwarna kelabu ini condong mengarah ke timur, tenggara dan selatan.

“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitude maksimum 15 mm dan durasi sekitar 11 menit 59 detik,” kata Raditya dalam siaran persnya.

Berita Terkait: Hari Ini, Gunung Sinabung Kembali Meletus Dengan Ketinggian 5 Kilometer

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo menginformasikan kondisi dan situasi di tengah masyarakat aman. Di samping itu, BPBD Karo melakukan pembersihan dan penyemprotan sisa abu vulkanik pascaerupsi.

Raditya menegaskan, hingga kini, PVMBG – Badan Geologi masih menetapkan Gunung Sinabung dengan ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut, pada status level III atau Siaga.

Terkait dengan erupsi Gunung Sinabung, Kamis pagi, PVMBG menetapkan notifikasi untuk keamanan penerbangan (VONA) pada status oranye.

Baca Berita:

PDPI: Perokok Tiga Kali Lebih Tinggi Terjangkit Covid 19

PMI Serahkan Bantuan Untuk Warga Penyintas Erupsi Gunung Sinabung

“Ini mengindikasikan adanya potensi erupsi dan meminta maskapai penerbangan untuk semakin waspada,” jelas Raditya.

VONA terbagi ke dalam tingkatan notifikasi seperti hijau, kuning, oranye dan merah. Hijau mengindikasikan kondisi normal dan aman untuk penerbangan, kuning yakni mulai ada aktivitas vulkanik dan maskapai diminta waspada. Sedangkan merah, ini menunjukkan terjadi erupsi abu vulkanik di udara dengan parameter tertentu sehingga ada larangan kepada maskapai penerbangan untuk beroperasi di sekitar wilayah gunung yang mengalami erupsi tersebut.

Masyarakat dan pengunjung (wisatawan) diimbau agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 kilometer untuk sektor selatan-timur, dan 4 kilometer untuk sektor timur-utara.

Masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. Dan, bagi masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung, agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Indonesia memiliki 127 gunung api aktif bagian dari cincin api dunia atau ring of fire. Dari jumlah tersebut, tidak ada gunung api yang berstatus level IV (Awas), sedangkan level III (Siaga) berjumlah dua gunung api, Gunung Karangetang di Provinsi Sulawesi Utara dan Gunung Sinabung.

Sedangkan  gunung api aktif dengan level II (Waspada) berjumlah 20 gunung api, dan level I (Normal) berjumlah 46 gunung api. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *