Hasil Ramp Check, Hanya 6 Bus di Karo Diberi Stiker Lolos Uji Dishub

oleh -589 Kali Dibaca
Suasana pemeriksaan yang dilakukan Dishub bersama Satlantas Polres Tanah Karo dan BNNK Karo terhadap bus dan sopir di Terminal Kabanjahe, Jumat 27 Desember 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Memasuki libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perhubungan menggelar pemeriksaan fisik  kelaikan bus angkutan umum (ramp check), kelengkapan surat-surat kendaraan dan para sopir di Terminal Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Pemeriksaan yang digelar Dinas Perhubungan juga melibatkan Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Karo dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karo, melakukan tes urine para sopir dan pemeriksaan kelengkapan surat izin mengemudi.

Kepala UPT Terminal Kabanjahe Dishub Provinsi Sumatera Utara, Dameria Tampubolon menyebutkan, pemeriksaan kelaikan kendaraan umum kini diintensifkan sehubungan dengan masa liburan Nataru.

Simak Berita: Jelang Nataru, Dishub Karo Periksa Kelaikan Angkutan Umum

“Karena saat ini libur Nataru pengecekan sudah dilakukan dari tanggal 18 Desember 2019 hingga 6 Januari tahun depan. Tujuannya agar para penumpang merasa aman dan nyaman selama dalam perjalanan. Kalau untuk pengecekan rutin kita lakukan pertiga bulan,” ujar Dameria saat melakukan pemeriksaan terhadap bus angkutan umum di Terminal Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat 27 Desember 2019.

Dameria menyatakan bagi kendaraan yang dinyatakan lolos ramp check  diberi dan ditempel stiker yang berfungsi agar masyarakat mengetahui moda transporstasi yang ia gunakan sudah lolos uji.

Baca Berita:

Jelang Pilbup Karo 2020, KPUD Karo Gelar Sosialisasi di Kalangan Jurnalis

Tahun 2020, Gubsu Akan Lakukan 4 Program Pembangunan Ini di Karo

“Fungsinya agar penumpang mengetahui kalau kendaraan tersebut sudah diperiksa uji kelaikan,” katanya.

Secara fisik kendaraan, Dameria menyebutkan, 90 persen bus angkutan yang diperiksa di Terminal Kabanjahe, lolos uji. Namun, secara kelengkapan hanya enam bus angkutan yang diberi stiker.  Hal ini karena hanya enam bus angkutan umum memiliki kelengkapan surat-surat seperti buku KIR, SIM, dan STNK.

“Hanya enam angkutan yang lolos dan kita tempelkan stiker karena yang lain belum lengkap semuanya,” kata Dameria.

Menyoal KIR, Dameria mengungkapkan, pihaknya akan memfasilitasi agar bus angkutan umum memiliki KIR.

“Langkah yang akan kita lakukan, bekerja sama dengan Dishub Medan memfasilitasi pengurusan buku KIR. Karena untuk di Karo saat ini tidak ada (uji KIR),” katanya.

Kasi Berantas BNNK Karo Robin Ginting menegaskan, bila ada sopir yang hasil tes urinenya positif, sopir yang bersangkutan dilarang mengemudi.

“Kalau ada yang positif konsumsi narkoba, maka sopir ini tidak bisa jalan dan harus rawat jalan dulu. Minimal delapan kali sehingga kita bisa mengetahui kondisi mental, psikisnya apakah sudah layak (mengemudi),” ujar Robin

Mengenai hasil tes urine, Robin menyatakan hasilnya belum diketahui.

“Ini kita masih cek belum kita tahu berapa yang positif atau terindikasi. Masih kita lakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *