Ini Data Terbaru Korban dan Penanganan Gempa Ambon

oleh -120 Kali Dibaca
Kerusakan dampak gempa magnitudo 6,5 di kawasan Desa Liang, Provinsi Maluku yang terjadi pada Kamis 26 September 2019. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Penanganan dampak gempa Ambon kini memasuki tahap pemulihan setelah berakhirnya masa tanggap darurat yang telah ditetapkan pemerintah setempat. Data terbaru korban meninggal dunia 41 orang, dampak gempa berkekuatan magnitudo 6,5 yang mengguncang Provinsi Maluku pada Kamis 26 September 2019.

Hingga Rabu 16 Oktober 2019, pukul 9.00 WIT, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi 1.576 gempa susulan, sebanyak 181 gempa dirasakan oleh warga.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menyebutkan, penanganan dampak gempa di Kota Ambon kini memasuki tahap transisi pemulihan.

“Terkait dengan penetapan status, Provinsi Maluku dan Kota Ambon telah menetapkan pada status transisi darurat ke pemulihan. Provinsi Maluku dan Kota Ambon menetapkan status tersebut yang berlaku selama 93 hari, terhitung dari 10 Oktober 2019 hingga 10 Januari 2020,” kata Agus dalam siaran pers yang diterima wartawan, Rabu 16 Oktober 2019.

Simak Perkembangan Berita Gempa Ambon di sini

Sementara untuk penetapan status penanganan di  Kabupaten Maluku Tengah (Malteng)  dan Kabupaten Seram Bagian Barat, masih status tanggap darurat.

“Kabupaten Malteng menetapkan status tanggap darurat selama 21 hari dan berakhir pada esok hari (Kamis 17 Oktober 2019). Sedangkan Kabupaten Seram Bagian Barat (status tanggap darurat) berakhir pada hari ini,” ungkap Agus.

Agus menegaskan, penanganan darurat yang dilakukan bersinergi dengan berbagai pihak menyasar pada sektor kesehatan, logistik, pengungsian dan perlindungan, pendidikan, sarana-prasaran dan ekonomi. Posko di masing-masing wilayah terdampak melakukan pendistribusian logistik; pendistribusian dilakukan dengan berkoordinasi camat maupun kepala desa.

Baca Berita:

Kawanan Pencuri Baterai Tower Telkomsel Diamuk Massa

Satu-satunya ASN Asal Sumut, Leonard Girsang Masuk Nominasi Anugerah ASN 2019

Beberapa kendala, kata Agus, masih ditemui selama penanganan darurat seperti penyediaan air bersih dan MCK di beberapa lokasi pengungsian. Namun demikian, posko telah menjamin dengan penyaluran air bersih menggunakan mobil tanki air, penyediaan tandon, mobile toilet, portable toilet dan toilet darurat.

“Kendala lain, posko masih membutuhkan dukungan tenaga medis seperti dokter umum, dokter spesialis anak, dokter anestesi, ortopedi, perawat bedah dan tenaga psikososial,” katanya.

Agus menyatakan, BNPB terus memonitor perkembangan penanganan darurat di Maluku dan tetap memberikan dukungan personel untuk pendampingan kepada pemerintah daerah setempat.

Korban dan Kerusakan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku mencatat total penyintas berjumlah 103.327 jiwa. Jumlah penyintas tertinggi berada di Kabupaten Maluku Tengah, 90.833 jiwa, sedangkan Kota Ambon sebanyak 6.251 jiwa, dan Kabupaten Seram Bagian Barat 6.244 jiwa.

Jumlah korban luka ringan 361 luka ringan dan 4 luka berat.

“Data terkini untuk korban meninggal dunia berjumlah 41 orang, dengan rincian Kabupaten Maluku Tengah 18 orang, Kota Ambon 12 orang dan Seram Bagian Barat 11 orang meninggal,” kata Agus Wibowo.

Dampak kerusakan akibat gempa pada Kamis 26 September 2019, kerusakan di sektor pemukiman dan infrastruktur umum.

Total rumah rusak mencapai 8.753 unit tersebar di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat.

Kabupaten Maluku Tengah kerusakan mencapai 6.416 unit, dengan rincian rusak berat 1.040 unit, rusak sedang 1.627 dan rusak ringan 3.749. Rumah rusak di Kota Ambon berjumlah 1.203 unit dengan rincian, rusak berat 253 unit, rusak sedang 261 unit, dan  rusak ringan 689 unit.

Di Kabupaten Seram Bagian Barat jumlah rumah rusak berat 298 unit, rusak sedang 483 unit, dan rusak ringan 353 unit. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *