Ini Program Terkelin Majukan Wisata Karo

oleh -1.576 Kali Dibaca
Terkelin Brahmana saat berada di Taman Menjuah Juah.

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, sepakat bekerjasama untuk memajukan sektor pariwisata di kedua daerah.

Hal ini terungkap dalam pertemuan kedua pimpinan daerah itu, pada Minggu 10 Desember 2017, di Pendopo Joglo (almarhumah) Ibu Tien Soeharto di Solo.

Kedua kepala daerah membahas terkait Parawisata, karena letak georafis kedua wilayah hampir sama memilik objek wisata yang dapat diandalkan mendongkrak sektor PAD ( pendapatan Asli Daerah).

Di pertemuan itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar  menuturkan sekilas tentang  Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat,  memiliki banyak kekayaan alam yang menyimpan potensi besar sebagai objek wisata.

Jenisnya pun beragam: ada air terjun, desa adat, bangunan bersejarah dan tak ketinggalan pantai-pantainya yang eksotis.

“Tempat wisata di Kabupaten Lombok Utara ada beberapa tempat yang dikenal oleh wisatawan sebagai tempat liburan, misalnya  Pantai Tiga Gili, Gunung Rinjani, Air Terjun Sendang Gile, Air Terjun Tiu Kelep, Air Terjun Gangga , Tiu Ngumbak, Air Terjun Perawan, Pantai Sire, Pantai Pasir Putih nan Kece, Pantai Tebing, Pantai Dengan Tebing Batu Pasir Hasil Letusan Gunung Samalas, Desa Gumantar, Masjid Kuno Bayan, Lokok Piko, dan banyak lainnya,” tutur Najmul.

Bupati Karo Terkelin Brahmana menyatakan kagum dengan objek wisata di Kabupaten Lombok Utara, banyak menarik perhatian wisatawan.

“Sektor pariwisata adalah salah satu andalan mendongkrak prekonomian dan PAD Lombok Utara. Pemkab Karo akan bekerjasama dengan Lombok Utara dan menggali potensi objek wisatanya sekaligus. Jika perlu mengikuti cara-cara promosi yang dilakukan Pemda lombok Utara,” kata Terkelin.

Tak kalah dengan Lombok Utara, kata Terkelin, Kabupaten Karo memiliki dan telah dikenal dengan sejumlah wisatanya. Di antaranya  Tongging, Gundaling, Debuk-debuk, Gunung Sibayak, Namo Karang, Sikulikap, Danau Kawar dan lainya.

“Semuanya sangat berpotensi jika dikelola secara proporsional seperti objek wisata yang ada di Lombok Utara. Dan tidak kalah saing kedatangan wisatawan.  Hanya butuh pembenahan, kolaborasi bersama stakeholder dan Dinas Pariwisata itu sendiri,” jelas Terkelin. (Rep-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *