Ini Saran Bupati di Tahun Pertama Lembaga Adat dan Budaya Karo

oleh -167 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana di acara HUT pertama Lakonta, Rabu 23 Oktober 2019. [Foto It | Rienews]

RIENEWS.COM –  Lembaga Adat dan Budaya Karo (Lakonta), Rabu 23 Oktober 2019, merayakan ulang tahun pertama yang digelar di Jambur Pondopo Rumah Dinas Bupati Karo, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Dalam peringatan HUT pertama Lakonta dilakukan pelantikan pengurus Lakonta tingkat kecamatan, kelurahan/desa Kabupaten Karo. Acara yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pengurus Lakonta.

“Selamat ulang tahun kepada Lakonta. Tidak terasa berlalu sudah setahun Lakonta berdiri, terus berkembang  agar menjadi mitra Pemda Karo, memperkenalkan, mengembangkan dan mempertahankan budaya Karo kepada masyarakat luas,” kata Bupati Karo Terkelin Brahmana.

Dikharapkannya, Lakonta di era teknologi informasi yang kini berkembangsaat ini, memberikan perbaikan pranata dalam kehidupan masyarakat.

Baca Berita:

Jelang Pilkada Karo, Pemkab-FKDM Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Hadiri Rakorda LKPD 2019, Terkelin Berharap Tahun Depan Raih WTP

“Pada satu sisi kita berhadapan dengan pengaruh perkembangan (teknologi informasi) yang begitu pesat. Sisi lain, kita harus mempertahankan jati diri bangsa. Ke depan, Lakonta buatkan program agar bersinergi dengan Pemda Karo, dan acara setiap tahun diselenggarakan lebih dikemas lagi dalam perayaan tahun berikutnya,” ujar Terkelin.

Ketua Umum Lakonta, Sarjani Tarigan didampingi Ketua Forkopimda AKBP Heppi Karokaro, menegaskan bahwa Lakonta mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembangunan masyarakat Kabupaten Karo, menggali, melestarikan, mengembangkan adat budaya Karo dari generasi ke generasi dan sebagai media enkulturasi dan advokasi serta pusat informasi dan apresiasi budaya Karo.

“Sejalan dengan itu, Lakonta akan memberikan dinamika kehidupan kemasyarakatan di daerah ini. Pada dasarnya masyarakat memiliki jiwa patriotisme dan semangat kebangsan yang tinggi., Penuh kekerabatan dan sangat menghargai nilai-nilai adat istiadat dengan ikatan merga silima, rakut sitelu, tutur siwaluh perkaden kaden sepuluh dua tambah sada,” kata Sarjani.

Ditegaskannya, suasana kekerabatan ini masyarakat Karo dikenal sangat familiar dan dapat menerima semua etnis suku, agama, ras, bangsa sebagai saudara.

“Sebab Semboyan dalam tatanan kehidupan di suku Karo dikenal dengan musyawarah, istilahnya runggu.  Ini landasan utama dalam menjalankan roda Lakonta,” imbuh Sarjani.

Tampak hadir dalam HUT pertama Lakonta, Kenan Ginting, Adil Purba, Malem Ukur Ginting dan para pengurus kecamatan/desa. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *