Korban Tewas Bencana di Jayapura Kini Mencapai 104 Orang

oleh -959 Kali Dibaca
Tumpukan kayu di pemukiman warga yang dibawa banjir bandang di sembilan kelurahan di Kecamatan (Distrik) Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM –Korban tewas banjir bandang yang melanda sembilan kelurahan di Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua hingga Rabu 20 Maret 2019, tercatat 104 orang. Sebanyak 97 orang meninggal pada bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura, dan bencana tanah longsor di Ampera, Kota Jayapura, terdata 7 orang. Daerah yang terdampak bencana meliputi Kecamatan (Distrik) Sentani, Waibu, Sentani Barat, Ravenirara, dan Depapre, Kabupaten Jayapura.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan belum semua korban meninggal dunia banjir bandang teridentifikasi.

“Ada 40 korban meninggal dunia yang belum diidentitikasi. Bupati Jayapura memutuskan korban akan dimakamkan secara massal besok pada (Kamis 21 Maret 2019). Pemakaman massal diputuskan setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pihak gereja yang dituangkan dalam bentuk tertulis. Pemda Jayapura sudah menyiapkan lahan dan kendaraan untuk pemakaman missal,” kata Sutopo.

Data korban yang terhimpun, sebanyak 79 orang belum ditemukan.

“Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian sesuai dengan laporan masyarakat yang menyatakan anggota keluarganya belum ditemukan. Sebabanyak 160 orang luka-luka, 85 orang luka berat, dan 75 orang luka ringan,” sebut Sutopo.

Jumlah pengungsi terus bertambah, kini tercatat 9.691 jiwa mengungsi.  Pos pengungsian tersebar di 18 titik.

“Bertambahnya jumlah pengungsi karena rasa trauma dan takut akan adanya banjir bandang susulan mengingat hujan masih sering turun di wilayah Jayapura. Bertambahnya pengungsi ini menyebabkan beberapa tempat pengungsian penuh dan kondisinya tidak nyaman. Selain itu juga menyulitkan distribusi bantuan. Untuk itu, sesuai kesepakatan dalam rapat koordinasi di Posko Tanggap Darurat, dari 18 titik pengungsian yang ada saat ini akan dikumpulkan menjadi 6 titik pengungsi agar memudahkan distribusi bantuan,” ujar Sutopo.

Baca Berita: BNPB: Meski Terus Erupsi, Gunung Bromo Tetap Aman Dikunjungi

Berita Banjir Bandang Jayapura Klik Di Sini

Sedangkan pendataan kerusakan bangunan akibat bencana yang terjadi terus dilakukan. Menurut Sutopo, 375 rumah rusak berat, 5 unit ibadah rusak berat, 8 sekolah rusak berat, 104 unit ruko rusak berat, 4 jembatan rusak berat, 4 ruas jalan rusak berat dan kerusakan bangunan lainnya.

 

Dikatakan Sutopo, berbagai upaya penaganan darurat dilakukan oleh 2.317 personel Tim SAR gabungan dari 28 lembaga dan organisasi. Penanganan darurat yang dilakukan meliputi evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, dapur umum, penanganan pengungsi, perbaikan sarana prasana darurat, dan lainnya.

Balai Besar Jalan Nasional masih melakukan pembersihan jalan protokol Sentani dengan mengerahkan 14 unit eksavator dan 3 unit loader.

“Jalan sepanjang 600 meter jalan sudah bersih. Disiapkan jembatan balley dengan bentang 30 meter, 25 meter dan 9 meter pada jembatan yang rusak. Dinas PU Kabupaten Jayapura telah membangun 16 unit MCK dan akan ditambah. Penyediaan air bersih terkendala antrian pengambilan air dari sumber air PDAM. Perbaikan listriuk juga terus dilakukan oleh petugas,” urai Sutopo.

Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awaitaouw telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari, terhitung mulai 16–29 Maret 2019. Daerah yang terdampak bencana, meliputi Kecamatan (Distrik) Sentani, Waibu, Sentani Barat, Ravenirara, dan Depapre.

Sementara itu Gubernur Papua Dominggus Mandacan telah menetapkan tingkatan bencana  ini adalah bencana darurat provinsi karena terjadi di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.

Bantuan dari  Pemerintah Pusat, Pemda, masyarakat, dan dunia usaha terus mengalir. BNPB telah menyerahkan bantuan dana siap pakai sebesar Rp1,5 miliar untuk operasional penanganan darurat yaitu Rp1 miliar untuk BPBD Kabupaten Jayapura, Rp250 juta untuk BPBD Kota Jayapura, dan Rp 250 juta untuk BPBD Provinsi Papua. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *