Lintas Agama Dukung Pemkab Karo Lawan Virus Corona, Tapi…

oleh -250 Kali Dibaca
Tokoh lintas agama bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty Sebayang dan Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Lintas agama dan organisasi keagamaan di Kabupaten Karo, mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, melawan virus corona (Covid-19).

Para tokoh agama juga mengingatkan Pemerintah Kabupaten Karo dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo, khususnya dalam penyaluran bantuan agar tidak menimbulkan polemik.

Hal ini terungkap dalam pertemuan tokoh lintas agama dan Ormas keagamaan, GBKP, MUI, Muhammadiyah, Katolik, Majelis Wilayah GPdI, FKUB, BKAG, PHBI, PGI, PGPI, dan PGLLI, dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty Sebayang, Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono, Kajari Karo Denny Ahmad, Ketua PN Sulhanuddin,  Danramil Berastagi Mayor Inf J. Barus, Plh Ketua Gugus Tugas Covid-19 Martin Sitepu, Kepala Dinas Kesehatan Karo Irna Safrina Meliala, dan Kakesbang Tetap Ginting, di Kantor Bupati Karo, Senin 20 April 2020.

Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba mengapreisasi kebijakan yang dilakukan Pemkab Karo  dalam menangani pendemi Covid-19.

Baca Berita: 

Lawan Virus Corona, Kompakco Bagikan Masker Kepada Para Sopir

Satu Pasien PDP Covid-19 Asal Kabupaten Karo Meninggal Dunia

“Pada prinsipnya, pemerintah bagian dari wakil Tuhan di dunia ini. Jadi apa selama ini yang dianjurkan terkait ibadah, kami tokoh agama yang ada di Kabupaten Karo sudah merespons dan mematuhi sesuai protokol Covid-19,” katanya.

Di sisi lain, kata Pdt Agustinus Purba, dalam mengantisipasi kejadian terburuk, seperti ada pasien meninggal, Pemkab sudah siap antisipasi lokasi pemakaman.

Dalam kesempatan itu, Pdt Agustinus Purba memberikan masukan soal penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19.

“Sekadar masukan dan saran, terkait adanya kebijakan dalam waktu dekat ini bagi masyarakat terdampak Covid-19, pemerintah akan memberikan bantuan sembako. Tentu ini di tengah masyarakat menuai prokontra, siapa yang dapat dan siapa yang tidak dapat. Hal ini sangat krusial, jangan nanti menimbulkan polemik di kalangan masyarakat setelah sembako dibagi atau dalam bentuk lain. Sebab masyarakat merasa terdampak semuanya,” katanya.

Agustinus meminta agar Pemkab Karo memberikan data kepada pemerintah pusat melibatkan tokoh-tokoh agama.

“Seperti saat sekarang ini, dalam arti kata setiap tokoh agama mengetahui jemaatnya kategori miskin ringan, miskin sedang dan miskin berat. Jadi dengan hadirnya kami tokoh agama memperkecil ruang prokontra,” imbuhnya.

Pimpinan Muhammadiyah Karo Erwin Tanjung  sependapat dengan pernyataan Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba.

“Pada prinsipnya tokoh agama mendukung pemerintah demi kebaikan bersama. Namun tentu kami juga selalu kritis apabila ada kebijakan yang tidak memihak masyarakat,” tegasnya.

Erwin menambahkan, saat ini masyarakat butuh bantuan.  “Jadi, Plh Ketua Gugus Tugas segera adakan bagi masyarakat, di mana menurut data anggaran kita cukup besar. Jangan hal ini bertele-tele lamanya, baru disalurkan, sedangkan situasi saat ini kita darurat, butuh gerak cepat,” ujarnya.

Bupati Karo Terkelin Brahmana berterima kasih atas dukungan tokoh lintas agama di Kabupten Karo memberikan dukungan moril dan kepedulian.

“Sehingga menambah semangat kami bekerja ke depannya. Tentu kami tahu, selama ini ada prokontra setiap kegiatan yang kita kerjakan. Ini sudah risiko jabatan, namanya pemimpin harus siap dibully, dikritik, dicacimaki, dan dicemooh. Yang terpenting, kita terus bekerja yang baik dan ambil sisi positifnya saja. Ini sering saya tekankan ke jajaran SKDP agar tetap semangat bekerja, jangan hiraukan, mata terus tertuju melangkah ke depan raih kesuksesan pembangunan yang didambakan masyarakat,” ujar Terkelin.

Ketua DPRD Karo Kecewa

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan mengungkapkan kekecewaannya atas kelambatan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Karo dalam menyikapi dan merespons keluhan masyarkat terdampak virus corona. Pada hal, kata Irna, anggaran penanganan Covid-19 berjumlah miliaran rupiah.

“Untuk apa dana refocusing yang bermiliaran rupiah sudah DPRD setujui tanpa banyak embel-embel demi kebutuhan masyarakat. Sampai detik ini, dana refocusing belum menyentuh bagi masyarakat. Saya sangat kecewa dan prihatin, kinerja tim Gugus Tugas belum maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, Kajari Karo Denny Ahmad menyatakan jangan pernah takut mempergunakan uang refocusing yang sudah ada.

“Sebab jelas situasi darurat, sudah ada regulasi yang mengatur semuanya mulai Keppres, Permendagri dan LKPP. Yang penting jangan pernah mencari untung, tetap bekerja tulus dan ikhlas. Kita jamin tidak akan berurusan dengan hukum. Jika ragu dan cemas, kami pihak  Kejaksaan bersama APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) bersedia dilibatkan dalam penyaluran, pendampingan anggaran dalam pengadaan barang atau  kepada masyakat,” pungkasnya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *