Mengancam Nyawa, Warga Kecam Proyek Saluran Air di Berastagi

oleh -1.531 Kali Dibaca
Lokasi pengerjaan saluran air di Jalan Udara, Berastagi. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Proyek pekerjaan saluran air di Jalan Udara, Kelurahan Gundaling II, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mendapat kecaman warga. Kecaman itu didasari kekhawatiran atas keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara bermotor yang melintasi lokasi proyek yang berada dekat Kantor Kelurahan Gundaling II.

Tepat di badan jalan, terdapat gundukan tanah hasil penggalian saluran air. Hal ini menyebabkan ruas jalan menjadi sempit. Selain itu, di lokasi pelaksanaan pekerjaan saluran air tidak ada penjelasan atau plang pemberitahuan.

Kecaman disampaikan warga Berastagi, Aries Tarigan, warga Gang Rukun, Berastagi. Menurut pengamatannya, sudah tiga hari tidak ada pekerjaan di lokasi saluran air tersebut.

Baca Berita: KPU Karo Temukan 7 Bacaleg Pada DCS Berstatus ASN

Berita Populer: Zulkarnaen: Tolonglah Kami Pak Presiden, Tegakkan Hukum

“Hal ini yang kita bingungkan, pengerjaan proyek ini tidak diketahui oleh siapa, dan terkesan dikerjakan seperti main-mainan. Sudah tiga hari ini tidak dikerjakan lagi,” ujar Aries.

Disebutkannya, bila hal ini terus berlangsung, membahayakan pengguna jalan, pengendara motor di lokasi pekerjaan proyek saluran air.

“Kalau begitu kapan siapnya. Sementara ini jalan umum, sangat membahayakan pengguna jalan. Terutama pada malam hari membuat penguna jalan harus berhati – hati. Disebabkan, tanah bekas galian mengunduk di ruas jalan,” ujar Aries.

Dia mengklaim sudah ada kejadian pengendara sepeda motor terjatuh akibat gundukan tanah penggorekan saluran air yang diletakkan di badan jalan.

Uda berapa kali pengguna jalan, roda dua, terjatuh karena menabrak gundukan tanah dari galian proyek itu, seperti terjadi semalam. Untungnya, pengendara motor berboncengan dengan istri, dan anaknya tidak mengalami luka cedera serius. Kita sangat takut proyek ini bisa mengambil korban jiwa,” tegas Aries.

Kecaman Aries atas pekerjaan saluran air di Jalan Udara, Berastgai, didukung warga lainnya, seperti H. Ginting, merupakan sopir angkutan kota.

“Kami minta pemborong atau instansi terkait, supaya secepatnya dikerjakan. Karena mengancam keselamatan pengguna jalan, apalagi jalan ini padat lalin (arus lalulintas),” pungkas Ginting. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *