Museum Komponis Djaga Depari Akan Dibangun di Lau Kemit

oleh -1.850 Kali Dibaca
Keluarga komponis nasional Djaga Depari bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana beserta sejumlah pejabat Pemkab Karo usai membicarakan rencana pemindahan kuburan dan pembangunan museum Djaga Depari mendatang, Senin, 24 Juni 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bagi masyarakat di Tanah Karo, siapa yang tak mengenal musisi Djaga Sembiring Depari? Dia adalah sosok  komponis nasional Indonesia asal Karo yang dilahirkan pada 5 Mei 1922  di Desa Seberaya dan meninggal pada 15 Juli 1963. Almarhum dimakamkan di pemakaman umum jabi jabi di Desa Sebaraya, Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Meskipun semasa hidup tidak pernah mengecap pendidikan musik formal, Djaga pandai bermain biola, mengarang lagu dan syair-syair yang menyentuh nan indah. Bahkan mampu membakar semangat masyarakat Karo pada zamannya.

Kabar terbarunya, kuburan almarhum Djaga Depari akan dipindahkan ke tanah milik keluarga dalam waktu dekat ini.

“Keluarga sudah sepakat,” kata Agustina Br Depari didampingi Ngapuli Depari selaku anak almarhum Djaga Depari  saat menemui  Bupati Karo Terkelin Brahmana di ruang kerjanya, Senin, 24 Juni 2019.

Lahan untuk lokasi pekuburan sudah disiapkan di Lau Kemit. Di atas lahan milik keluarga yang luasnya 10 meter x 10 meter itu juga akan dibangun museum.

“Di sinilah nanti kami akan membangun tempat istirahat almarhum bapak seterusnya,” tutur Agustina.

Baca Berita:

Bupati Karo Berbagi Pengalaman Servant Leader dengan Pendeta

‘BD’ Shabu Gundaling Diringkus

Menurut Agustina, kedatangannya untuk memberitahu dan memohon agar Terkelin dapat membantu pengurusan administrasi berhubungan dengan pembangunan kuburan dan museum ke depan. Sejumlah surat untuk syarat pendirian museum telah diajukan ke notaris.

Rencananya, Museum Djaga Depari akan dikelola sebuah yayasan. Di dalam museum  akan diletakkan jenis alat-alat musik milik Djaga yang dipakai untuk menciptakan lagu-lagunya.

“Bagi orang yang ingin berkunjung bisa menikmati lagu dan syair hasil karya Djaga Depari,” kata Agustina.

Lagu ciptaannya akan dikemas agar museum tersebut dapat diandalkan sebagai objek pariwisata untuk menarik wisatawan maupun masyarakat lokal. Pengunjung tinggal menekan tombol judul lagu, laalu lirik lagu akan  langsung muncul.

“Bisa dinyanyikan diikuti musik yang sudah kami persiapkan di dalam museum,” tutur Agustina.

Karya-karya Djaga Depari antara lain Erkata Bedil, Sora Mido, Piso Surit, I Juma-juma i Padang SamboPio-pio, Taneh Karo Simalem, Terang Bulan, Sanggar-Sanggar, Nangkih Deleng Sibayak, Mejuah-juah.

“Diperkirakan ada ratusan lagu lainnya yang pernah dihasilkan dari tangannya,” kata Agustina.

Terkelin mengapresiasi rencana keluarga untuk memindahkan kuburan almarhum Djaga Depari. Dia juga menyatakan akan membantu semua proses administrasi dalam pengurusan perizinan.

“Selanjutnya nanti koordinasi dengan Kepala Dinas Perizinan ya. Bagaimana pun pemindahannya layak berdasarkan sejarah,” kata Terkelin.

Menurut Terkelin, berkat kepiawaian sosok Djaga Depari menciptakan lagu-lagu Karo ternyata mempunyai andil meningkatkan moralitas masyarakat Karo untuk berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah pada masa lalu. Sang maestro pun mendapat anugerah gelar sebagai komponis nasional Indonesia.

“Untuk lebih mengenang jasa-jasa beliau, wajar tempat museum berskala nasional dibangun,” ucap Terkelin.

Terkelin pun berharap Pemkab Karo diundang pihak keluarga untuk meresmikan museum nantinya. Sementara Kadis Perizinan Karo Susi Iswara Br Bangun mengatakan akan segera menindaklanjuti apabila berkas permohonan pengurusan izin mendirikan bangunan museum sudah dimasukkan ke dinasnya.

“Kami akan bantu sesuai petunjuk Bupati Karo tadi. Yang penting lengkapi surat dan syaratnya,” kata Susi. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *