Musim Hujan di Tasikmalaya 15 Rumah Rusak Akibat Longsor

oleh -107 Kali Dibaca
Longsor di Kampung Ciater dan Jati Nunggal, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, menyebabkan 2 rumah warga rusak berat. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor mengancam di musim hujan September 2021. Di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sebanyak 15 unit rumah warga rusak akibat tanah longsor, yang terjadi di sejumlah kecamatan, pada Senin 13 September 2021.

Bencana longsor terjadi dipicu intensitas hujan yang tinggi, selain itu juga menyebabkan sejumlah wilayah mengalami banjir.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan, longsor terjadi di Kecamatan Culamega, Bojongasih, Sodonghilir, Cineam, Karangnunggal, Parungponteng dan Cipatujah. Sebanyak 14 unit mengalami rusak ringan dan satu unit lainnya rusak sedang.

“Dampak (longsor) berupa kerusakan rumah warga berlokasi di Kecamatan Culamega sejumlah 8 unit, Karangunggal 3, Bojongasih 3 dan Sodonghilir 1. Bencana ini tidak mengakibatkan terjadinya korban jiwa,” kata Muhari dalam siaran pers, Selasa sore, 14 September 2021.

Baca Juga:

4 Jam Diguyur Hujan, Lebak Banjir dengan Ketinggian Air Semeter

Musim Hujan Tiba, 9 Kabupaten di Pulau Borneo Tetapkan Status Darurat Banjir

BPBD Kabupaten Tasikmalaya telah melakukan upaya penanganan darurat pascalongsor. Dan, bersama dinas terkait dan masyarakat membersihkan material longsor maupun material bangunan yang mengalami kerusakan.

“Kejadian yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi ini tidak hanya menyebabkan tanah longsor, tetapi juga banjir di beberapa wilayah. Curah hujan tinggi menyebabkan debit air Sungai Cilangla meluap. Peristiwa itu terjadi pada Senin pagi (13 September 2021), pukul 04.00 WIB,” imbuh Muhari.

Wilayah yang terdampak banjir antara lain Desa Hergarwangi (Kecamatan Bantarkalong), Bantarkalong, Cipatujah (Cipatujah), Girijaya, Bojongasih (Bojongasih), serta Cikupa, Ciawi dan Karangnunggal (Karangnunggal).

“Pantauan pada hari ini, Selasa (14 September 2021), air sudah surut di wilayah Bojongasih, Bantarkalong dan Cipatujah,” sebut Muhari.

BMKG Keluarkan Peringatan Curah Hujan Tinggi dan Potensi Banjir

Sejumlah wilayah di Indonesia saat ini telah memasuki awal musim hujan, kondisi tersebut sebagai pertanda masa pancaroba dari musim kemarau ke musim hujan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah yang diprakirakan mengalami hujan tinggi dan potensi banjir.

Plt. Deputi Bidang Klimatologi, Urip Haryoko dalam siaran persnya, Selasa 14 September 2021, menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan pada dasarian (10 harian) II September 2021, wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi (> 150 mm/dasarian) meliputi Bengkulu bagian utara, Jambi bagian barat, Kalimantan Barat bagian timur, Kalimantan Tengah bagian utara, Kalimantan Utara bagian barat, sebagian Sulawesi Barat, Sulawesi tengah bagian timur, P. Seram bagian tengah, Papua Barat bagian utara dan Papua bagian tengah.

“Mengacu pada hal tersebut di atas dan prediksi peluang hujan tinggi > 70%, maka perlu kewaspadaan terhadap dampak potensi curah hujan tinggi dan potensi cuaca ekstrim,” kata Urip sebagaimana dikutip dari website resmi BMKG.

BMKG juga memprakirakan daerah potensi banjir pada dasarian II September 2021. Daerah yang perlu diwaspadai dengan kategori tinggi yakni, Papua (Kabupaten Deiyai, Mimika, dan Paniai).

Kategori menengah meliputi Aceh (Kabupaten Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Gayo Lues, Nagan Raya), Sumatera Utara (Kabupaten Langkat), Sumatera Barat (Kabupaten Solok Selatan, Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai), Jambi (Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh), Bengkulu (Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, Kaur, Seluma), Sumatera Selatan (Kabupaten Lahat), Kalimantan Barat (Kabupaten Kapuas Hulu), Sulawesi Barat (Kabupaten Mamasa), Papua Barat (Kabupaten Sorong, Teluk Bintuni, Teluk Wondama), Papua (Kabupaten Deiyai, Dogiyai, Paniai, Jayawijaya, Mamberamo Raya, Mimika, Nabire, Yalimo). (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *