Pagi Buta, OTK Bakar Rumah dan Aniaya Sembiring

oleh -3.649 Kali Dibaca
Konidis S. Sembiring menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Sejumlah orang tak dikenal (OTK) membakar rumah dan menganiaya pemiliknya, Senang Sembiring (50 tahun). Kepolisian Sektor Tiga Panah kini mengejar tersangka yang melakukan aksi brutal terhadap korban. Akibat aksi beringas para pelaku,  korban kini dirawat di rumah sakit. Ia menderita sejumlah luka di tubuhnya.

Peristiwa itu dialami korban dan keluarganya pada pagi buta, Kamis 18 Juli 2019, sekitar pukul 03.00 WIB.

Istri korban, Risna br Sitepu kepada wartawan di Polsek Tiga Panah, untuk membuat laporan pengaduan polisi, mengisahkan, kejadian penganiayaan yang dialami suaminya berlangsung saat terjadi pemadaman listrik di pemukiman mereka, di Puncak 2000 Desa Siosar, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Dalam suasana gelap, suami Risna, mendengar suara kendaraan roda empat berhenti di depan rumahnya. Rumah yang dihuni  Senang Sembiring bersama istri, dan tiga anaknya, sehari-hari dijadikan warung kopi, sebagai usaha korban.

Menurut Risna, merasa curiga, suaminya mengintip keluar dari celah dinding, untuk mengetahui siapa yang berada di luar rumah mereka. Risna menyatakan, suaminya menanyakan apa mau orang-orang itu datang ke rumahnya.

Baca Berita:

Pangdam Berikan Tali Asih Kepada 448 KK Warga Naman Teran

Warga Gundaling II Apresiasi Kebijakan Bupati Karo Soal Jalan Alternatif

Kai ate kena e (mau ngapain kalian),” tutur Risna mengulang teguran suaminya kepada para pelaku.

Teguran Sembiring, dibalas dengan nada ancaman dari para pelaku.

Ola ko ndarat, mate atem (jangan kau keluar kalau tidak mau mati),” kata Risna mengutip perkataan para pelaku.

Usai berkata demikian, Risna mengaku rumahnya dilempari batu.

“Setelah melempari, orang tidak dikenal langsung menerobos masuk ke rumah kami, dan menghakimi suami saya dengan membabi buta,” kata Risna.

“Melihat itu aku langsung histeris, berteriak, membangunkan ketiga anakku, melarikan diri,” ujarnya.

Risna dan ketiga anaknya akhirnya berhasil kabur dari rumah melalui jendela kamar tidur utama.

“Kami terus berlari tanpa menoleh ke belakang. Kami masuk ke jurang, lahan pertanian warga. Di situ kami beristirahat,” kenang Risna.

Selama sekitar setengah jam Risna dan ketiga anaknya bersembunyi di lahan pertanian. Merasa sudah aman, ia memberanikan diri untuk kembali ke rumahnya, bersama ketiga anaknya.

Setiba di rumah, Risna mendapati suaminya terluka dan berusaha memadamkan kobaran api.

Peristiwa itu dilaporkan Risna kepada keluarganya di Desa Sukamaju, tak berselang lama, keluarga bersama personel Polsek Tiga Panah tiba di rumah Risna.

Kapolsek Tiga Panah AKP B. Manurung melalui Kanit Reskrim, Ipda Pernando Manik, mengatakan, belum dapat mengungkap apa motif peristiwa dugaan pembunuhan terhadap  korban.

Ditegaskannya, kasus yang dialami korban masih dalam penyelidikan.

Sementara dari tempat kejadian perkara, polisi mengambil sejumlah barang bukti, di antaranya jerigen berisi BBM, kasur yang sudah terbakar, tenda biru yang sudah terbakar, potongan kayu yang sudah terbakar, serta batu. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *