Pasca Gempa Tsunami, Aktivitas Warga Sulut dan Malut Kembali Normal

oleh -249 Kali Dibaca
Seorang warga menunjukkan kerusakan di dinding rumahnya pasca gempa 7,1 SR yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Maluku Utara pada Kamis malam, 14 November 2019. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Aktivitas warga di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pasca gempa bumi 7,1 SR/magnitudo dan tsunami, kembali normal. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tidak ada korban jiwa dalam bencana gempabumi 7,1 SR dan tsunami yang melanda wilayah Provinsi Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis 14 November 2019, pukul 23.17 WIB.

Data yang dihimpun BNPB, hingga Jumat siang, 15 November 2019, dua orang mengalami luka ringan dan 19 bangunan rusak dampak gempa dan tsunami.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengaktifkan peringatan dini Waspada Tsunami setelah lindu 7,2 SR mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Peringatan dini tsunami diakhiri  Jumat pukul 01.45 WIB.

BMKG pada pemuktahiran laporannya menyebutkan, adanya gelombang tsunami dengan ketinggian masing-masing 0,6 meter di Kota Ternate, Maluku Utara, pada Kamis malam pukul 23.43 WIB, dan gelombang setinggi 0,9 meter di Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, dan gelombang tsunami 0,10 meter di  Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara pada Jumat pukul 00.08 WIB.

Baca Berita:

Polisi Cokok Pria 60 Tahun Diduga Bandar Ganja

Gempa Manado 7,1 SR, BMKG Aktifkan Peringatan Dini Tsunami

Gempa susulan yang terjadi hingga Jumat siang, tercatat 87 kali.

“Sebanyak 87 kali gempa susulan terjadi hingga pukul 11.00 WITA. Dari sejumlah gempa susulan tersebut, tujuh di antaranya dirasakan oleh warga. Menurut catatan BMKG, gempa tersebut terjadi hanya 50 Km dari kejadian gempa dengan kekuatan yang sama dan mekanisme sama pada 2014,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, Jumat 15 November 2019.

Agus dalam keterangan persnya, menyatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate mencatat 19 bangunan mengalami rusak ringan. Dengan rincian bangunan yang rusak 15 unit rumah, 3 gereja dan 1 sekolah.

“Rumah rusak ringan tersebut terjadi di Kelurahan Lelewi 9 unit, Mayau 5 unit, dan Bido 1 unit. Sedangkan gereja masing-masing satu unit rusak pada ketiga kelurahan tadi. Fasilitas sekolah rusak teridentifikasi 1 unit di Kelurahan Mayau. Ketiga wilayah kelurahan ini berada di administrasi Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, yang letaknya di sebuah pulau kecil,” ujar Agus.

Di samping bangunan rusak, kata Agus, BPBD Kota Ternate mencatat dua orang mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan.

“Kedua korban berasal dari Kelurahan Mayau dan Kelurahan Lelewi. Hingga saat ini belum tercatat adanya warga yang mengungsi,” tegasnya.

BPBD Provinsi Maluku Utara telah melakukan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, BMKG dan lembaga terkait lain untuk melakukan pendataan pascagempa.

Agus menyebutkan, pasca gempa dan tsunami terjadi, warga diberitakan sebagian sudah kembali ke rumah mereka masing-masing dan beraktivitas normal.

DiKota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, situasi dalam kondisi normal. Namun masih ada masyarakat yang bertahan di tempat tinggi karena ada gempa susulan.Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa.

Berdasarkan pantauan di Kota Ternate, Provinsi Maluku, digambarkan bahwa aktivitas masyarakat cenderung normal.

“Pusdalops BNPB menerima informasi yang menyebutkan belum ada laporan warga kota terkait kerusakan, termasuk korban. BPBD Kota Ternate masih intens melakukan pemantauan sambil mengkomunikasikan dengan pihak Kelurahan Mayau, Kecamatan Batang Dua serta pulau lain di wilayah terluar dari Kota Ternate yang berdekatan dengan pusat gempa. Pihak kelurahan setempat masih melakukan pendataan terkait kerusakan di wilayah tersebut,” ungkap Agus.

BPBD Kota Ternate juga menginformasikan bahwa warga yang semalam menjauh dari pantai, Jumat pagi,  mulai berangsur kembali ke rumah.

BPBD mengimbau untuk selalu siap siaga terkait dengan gempa susulan. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *