Pemprov Sumut Beri Bantuan Rp7,5 M Pemulangan Pengungsi Sinabung

oleh -963 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Staf Presiden, BPBD Provinsi Sumatera Utara , BPBD Karo dan Kodim 0205/Tanah Karo, menggelar rapat pemulangan pengungsi ke lima desa asal mereka, Jumat 13 September 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Pengungsi dampak erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, akan dikembalikan ke lima desa asal mereka. Sejak 2014, warga dari lima desa tersebut meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi. Pemulangan akan dilakukan pada awal Oktober 2019.

Rencana pemulangan ini dibahas Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Staf Presiden, Abednego Tarigan, Roy Abimanyu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Sumatera Utara Riadil Akhir Lubis, BPBD Karo dan Kodim 0205/Tanah Karo, menggelar rapat di Kantor Bupati, Kabanjahe, Jumat 13 September 2019.

Pemulangan pengungsi menyusul keputusan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Badan Geologi (PVMBG), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sejak Senin 20 Mei 2019, menurunkan status Gunung Sinabung dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga).

Bupati menyatakan sudah membentuk tim sosialisasi untuk memulangkan para pengungsi dari Desa Tiga Pancur, Desa Jeraya, Desa Pintu Besi, Desa Kuta Tengah (Kecamatan Simpang Empat), dan pengungsi asal Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran.

Simak Ini Respons Pengungsi Sinabung Soal Rencana Pemulangan

“Dengan adanya penurunan status Gunung Sinabung, kita sudah membentuk tim sosialisasi dengan instansi terkait untuk pemulangan pengungsi kedesa asal. Ini sudah kita rencanakan dan kita tunggu anggaran dari pihak BPBD Provinsi Sumatera Utara. Sebelumnya sudah kita ajukan sesuai kebutuhan Pemda,” kata Terkelin.

Dikatakannya, permintaan bantuan anggaran ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sebab kelima desa sudah ditinggal warganya mengungsi dari bahaya erupsi Gunung Sinabung, sejak tahun 2014.

Baca Berita:

Satlantas Polres Tanah Karo Tindak Pengendara Mabuk Hingga di Bawah Umur

Bentrokan di Lahan Pengembalaan, Polisi Amankan 12 Penggarap “Langkat”

 

“Sehingga warga membutuhkan fasilitas umum, seperti jambur dan sarana air bersih. Dalam hal ini, Pemda Karo tidak ada mengganggarkan untuk kebutuhan tersebut sehingga melalui Surat Bupati dimohonkan bantuan anggraan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” kata Terkelin.

Kepala BPDB Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Riadil Akhir Nasution membenarkan Pemda Karo sudah mengajukan kebutuhan dana untuk pemulangan pengungsi ke lima desa asal mereka.

Permintaan bantuan dari Pemkab Karo, sebut Riadil, akan ditampung melalui anggaran bantuan tidak terduga (BTT) yang disalurkan ke BPBD Sumut. Bantuan yang akan digelontorkan Pemprov Sumut itu, kata Riadil,  untuk perbaikan rumah dan kebutuhan dalam pemulangan warga pengungsi ke desa asal. Serta pembangunan portal zona merah yang baru.

“Jumlah dana yang kami salurkan sesuai kebutuhan pengungsi 1.100 KK yang tertampung di Anggaran BPBD Provinsi Sumatera Utara, Rp7.542.157.500,” kata Riadil.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Karo Martin Sitepu menegaskan, pihaknya siap untuk memulangkan para pengungsi ke lima desa asal mereka.

“Kita menunggu tim dari Kodam I/Bukit Barisan selaku koordinator pemulangan pengungsi yang akan melaksanakan karya bakti.  Untuk membantu pembersihan. Maka peran tim Kodam I/BB yang mengerjakan sesuai perintah pimpinan,” kata Martin.

Sementara itu Kepala Bidang Logistik BPBD Karo, Natanael Peranginangin  menyebutkan, warga dari lima desa yang bakal dipulangkan akan dilaksanakan awal Oktober 2019.

“Anggaran sudah ada dari BPBD Provinsi Sumatera Utara. Bantuan berupa seng akan diberikan secara stimultan kepada 1. 100 kepala keluarga sesuai daftar pengajuan berjumlah 35.000 lembar seng.  Ini yang akan dibagikan. Setelah rapat, kita akan langsung assessment ke lapangan bersama semua tim. Agar pihak Kodam I/BB juga akan mendata rumah-rumah yang layak untuk diterapkan karya bakti sesuai fakta di lapangan,” tegas Natanael. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *