Pengungsi Erupsi Gunung Ili Lewotolok Bertambah Lebih 4.000 Jiwa

oleh -105 Kali Dibaca
Tempat evakuasi bagi para pengungsi Gunung Merapi. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Jumlah pengungsi terdampak erupsi Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati menyebutkan, lebih dari 4.000 warga melakukan evaluasi pasca erupsi Gunung Ili Lewotolok, Minggu 29 November 2020.

“BPBD melaporkan tidak ada korban akibat erupsi yang terjadi Minggu 29 November 2020,” kata Raditya Jati dalam siaran persnya, Senin 30 November 2020.

Hingga Senin siang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata mencatat sebanyak 4.628 jiwa mengungsi di tujuh titik. Sebaran di pos pengungsian terbesar di Kantor Bupati lama sebanyak 3.672 jiwa, Kantor BKD PSDM 338, Tapolangu 287, Aula Ankara 148, Kelurahan Lewoleba Tengah 140, lapangan Harnus 28 dan Desa Baopana 15.

Baca Berita:

Dampak Erupsi Gunung Ili Lewotolok, Warga Dari 26 Desa Mengungsi

Kepala BPPTKG Perkirakan Erupsi Merapi Efusif Seperti Tahun 2006

Saat terjadi erupsi, BPBD setempat segera melakukan evakuasi warga. Di samping itu, BPBD sedang melakukan evakuasi warga dari beberapa desa. BPBD Provinsi NTT membantu pemerintah daerah untuk membangun pos komando untuk melakukan upaya penanganan darurat. Selain evakuasi, penanganan darurat yang dilakukan oleh Pemda berupa penanganan para warga yang mengungsi, pelayanan kesehatan dan membantu dapur umum serta penyediaan air bersih.

Berdasarkan kaji cepat di lapangan, kebutuhan mendesak untuk penanganan darurat berupa tenda pengungsian, penyediaan air dan sanitasi, kebutuhan bayi dan balita, masker, selimut, alas tidur dan terpal serta dukungan personel untuk pendampingan anak-anak.

Pemda mengupayakan penerapan protokol kesehatan dalam penanganan pengungsian. Untuk mendukung protokol kesehatan, BPBD membutuhkan alat pelindung diri, seperti masker. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *