Petani Karo Resah Jatah Pupuk Subsidi Terbatas

oleh -3.969 Kali Dibaca
Personel Babinsa di jajaran Kodim 0205/Tanah Karo membantu petani di Kabupaten Karo. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Petani di Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, resah akibat kuota pupuk subsidi yang diperoleh di kios penyalur sangat terbatas. Sementara untuk memenuhi kebutuhan pupuk dengan pupuk non-subsidi para petani mengaku tidak sanggup lantaran harga yang berbeda jauh.

“Jadi apalah nanti pupuk Phonska ini kalau dicampur dengan satu sak pupuk Urea. Pupuk bersubsidi kami beli dan terima sangat terbatas. Jika membeli pupuk non-subsidi bisa bangkrut kita ini. Karena harganya (pupuk non-subsidi) jauh lebih mahal,” tutur petani jagung Tiga Binanga,  P. Ginting (54 tahun) dan A. Sebayang (43 tahun), Rabu 31 Juli 2019.

Baca Kadis Pertanian Karo Terkejut Pupuk Subsidi Kosong

Para petani berharap instansi pemerintah yang menangani pupuk subsidi dapat menambah, mengajukan kuota pupuk subsidi untuk wilayah Kecamatan Tiga Binanga.

Kedua petani jagu itu menuturkan, kebutuhan pupuk untuk tanaman jenis jagung dibutuhkan 200 kilogram hingga 300 kilogram per hektar.

Baca Berita:

47 Pendaki Selamat dari Kebakaran Hutan Gunung Arjuno

AKP Ras Maju Pimpin Tim Kejar Tersangka Pembunuh Algopur

Salah satu penyalur pupuk subsidi, Surbakti membenarkan, bahwa ketersediaan pupuk Urea saat ini yang dapat diperoleh para petani di Tiga Binanga terbatas. Yakni untuk pupuk jenis Urea 50 kilogram per hektar, jenis ZA 16 kilogram per dua hektar,  jenis pupuk SP 16 kilogram per dua hektar, Phonska 22 kilogram per dua hektar,  pupuk jenis  organik 12 kilogram per dua hektar.

Penjatahan pembelian pupuk subsidi untuk petani tersebut, tegas Surbakti, sesuai aturan, bukan ketetapan pihaknya sebagai penyalur.

“Itu bukan kewenangan kami, memang seperti itu aturannya.  Tanyakanlah Dinas Pertanian, kami kan hanya penyalur saja,” pungkasnya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *