Polres Tanah Karo Tahan Oknum Guru SD Diduga Cabuli 9 Murid

oleh -290 Kali Dibaca
AT oknum guru diduga melakukan pelecehan seksual kepada sembilan murid sekolah dasar ditahan Polres Tanah Karo. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Kepolisian Resor Tanah Karo menahan AT (59 tahun), seorang oknum guru di sekolah dasar Desa Mufakat, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dalam kasus dugaan perbuatan cabul kepada muridnya.

Perbuatan oknum guru ini terungkap setelah salah satu orang tua korban menceritakan apa yang dialami anaknya kepada guru lain di sekolah tersebut.

Belakangan diketahui, ada delapan murid lainnya, semuanya murid kelas satu sekolah dasar, mengalami tindakan serupa dari AT.

Paur Humas Polres Tanah Karo, Aiptu J. Sitepu membenarkan pihaknya menangani kasus dugaan pencabulan terhadap sembilan korban murid sekolah dasar, dengan tersangka AT.

Baca Berita:

Ruang Kelas SD Negeri di Merek Ini Berdinding Tepas, Berlantai Tanah

Ustadz Abdul Somad Puji Persaudaraan Antar Agama di Tanah Karo

Menurut Aiptu J. Sitepu, tersangka AT kini telah ditahan di Polres Tanah Karo, setelah salah satu orang tua korban, membuat laporan pengaduan ke Polres Tanah Karo.

“AT ditahan atas dugaan berbuat cabul terhadap anak di bawah umur,” kata Aiptu J. Sitepu kepada wartawan, Sabtu 16 November 2019.

Dalam kasus ini, Kepolisian menjerat tersangka dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Terungkapnya kasus dugaan pencabulan oknum guru AT, setelah salah satu korban menceritakan tindakan AT, yang dialaminya di dalam ruang kelas, kepada orang tuanya, pada Kamis 14 November 2019.

Keesokan harinya, Jumat 15 November 2019, orang tua korban mendatangi sekolah dan menemui guru agama Debora Sitepu. Kepada Debora Sitepu, orang tua korban menceritakan tindakan oknum guru AT terhadap anaknya.

Menindaklanjuti pengaduan orang tua korban, guru Debora Sitepu menyelidiki dan mempertanyakan kepada para murid lainnya soal tindak tanduk guru AT. Terungkap ada delapan murid lainnya, semuanya masih berusia antara tujuh tahun dan delapan tahun, mengaku mengalami tindakan serupa dari oknum guru AT. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *