Senggolan di Lapo Tuak, Ketua Karang Taruna Bunuraya Dianiaya

oleh -2.475 Kali Dibaca
Ilustrasi

RIENEWS.COM – Suharja Sinuraya, Ketua Karang Taruna Desa Bunuraya, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjadi korban penganiayaan oleh tersangka diduga oknum polisi. Kasus penganiayaan ini menurut korban bermula dari senggolan di lapo tuak Ninik Tambak pada Jumat dinihari, 31 Mei 2019 lalu.

Kepada wartawan di Polres Tanah Karo, Senin 10 Juni 2019, korban Suharja Sinuraya didampingi ibunya, dan Ketua Yayasan Anak Bangsa, Thomas Sinuhaji, mendesak kasus penganiayaan ini diusut tuntas.

Suharja mengungkapkan, penganiayaan yang dialaminya bersama temannya, bermula dari lapo tuak.

“Malam kejadian itu, saya bersama dengan Ari Suheri sedang minum di lapo tuak ‘Nini Tambak’ Tiga Panah. Kemudian saya berjalan dari meja saya hendak menghampiri waiters. Tanpa sengaja aku dan oknum polisi tersebut saling senggolan,” ujar Suharja.

Hal ini membuat oknum polisi tersebut tidak senang. Suharja mengaku langsung meminta maaf, dan mengajak temannya pulang.

Baca Berita:

Gunung Sinabung Kembali “Tenteram”

Tinggi Letusan Gunung Sinabung 7 Km

“Sampai depan rumah tiba-tiba saya dipepet dua mobil. Satu mobil Avanza satu lagi mobil patroli double cabin. Kemudian dua orang berpakaian polisi turun dari mobil double cabin langsung memukuli saya, dan mengatakan saya sekarang harus dibawa ke Polres Tanah Karo, dan harus tes urin,” tutur Suharja.

Suharja bersedia dibawa ke Polres Tanah Karo dan melakukan tes urin. Namun, kata Suharja, ia dan temannya tidak dibawa ke Polres Tanah Karo, melainkan dibawa ke Stadion Samura.

Suharja mengaku di lokasi itu, dirinya dan temannya dianiaya oleh tujuh orang, dua orang berseragam polisi. Para pelaku juga memaksa kedua korban untuk tidak melaporkan kejadian tersebut.

“Usai memukuli kami, mereka juga membuat rekaman video melalui hp mereka, yang isinya bahwa kami tidak akan melaporkan kejadian ini,” tutur Suharja.

Penganiayaan tersebut telah dilaporkan korban ke Polres Tanah Karo dengan Nomor LP/327/V/2019/SU/Res T Karo, tanggal 31 Mei 2019.

Ibu korban,  K. br Perangin-angin memohon  Polres Tanah Karo mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap putranya.

“Saya mohon dengan sangat persoalan anak saya ini diusut sampai tuntas. Hukumlah yang bersalah,” ujar ibu korban.

Ketua Yayasan Anak Bangsa, Thomas Sinuhaji menyesalkan kejadian yang dialami korban, Suharja Sinuraya, merupakan kader Yayasan Anak Bangsa.

Dalam pengusutan kasus penganiayaan diduga dilakukan oknum polisi, Polres Tanah Karo telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP)  bernomor : B/157/VI/2019/Reskrim tertanggal 04 Juni 2019, kepada pihak pelapor.

Pihak  korban menyatakan akan melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polda Sumatera Utara dan Kompolnas. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *