Sidak PT USDF, Bupati Karo Pertanyakan Dana CSR

oleh -1.822 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana saat berada di lokasi PT Ultra Sumatera Dairy Farm, perusahaan pengembangan dan peternakan sapi di Desa Partibi Tembe, Kecamatan Merek, Senin 8 Juli 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke area perusahaan pengembangan peternakan sapi milik PT. Ulta Sumatra Dairy Farm (PT. USDF) di Desa Pertibi Tembe, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Kedatangan Bupati Karo beserta pejabat Pemkab Karo membuat kaget pihak perusahaan. Dalam kunjungan itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana mempertanyakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang hingga kini belum ada, dan kontribusi perusahaan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Karo. Selain itu, Terkelin menegaskan Pemkab Karo akan melakukan pengecekan area dan administrasi perusahaan.

Bupati menyatakan, kedatangannya ke lokasi perusahaan untuk mengetahui sejauh mana manfaat perusahaan, PT USDF, dan kontribusi kepada Pemda Karo.

“Kita ingin memastikan bahwa kelengkapan administrasi yang berurusan dengan Pemda Karo semua sudah diurus oleh perusahaan. Baik dokumen lingkungan, IMB dan sebagainya. Ini harus kita cocokan dengan keterangan OPD terkait, bahwa semua sudah lengkap,” tegas Terkelin kepada pihak perusahaan, Senin 8 Juli 2019.

Baca Berita:

Vila Mergana Purba di Gundaling Terbakar

Kemenkumham Catat Tari Gundala-Gundala Kekayaan Intelektual

“Disamping itu, kita ingin lihat bagaimana pengembangan sapi tersebut. Jangan hanya kita dengar dari cerita orang saja. Nanti sambil berjalan kita keliling, kita cek semua adminitrasinya dan kedepan CSRnya. Biar OPD terkait yang menangani  untuk menindaklanjuti,” ujar Bupati Karo.

Sebagai Bupati Karo, Terkelin memastikan bahwa PT USDF, sejak beroperasi belum memberikan kontribusi CSR.

“PT. Ultra Sumatera Dairy Farm belum ada memberikan kontribusi CSRnya ke Pemda Karo  sejak keberadaannya di wilayah Pertibi Tembe. Dengan kedatangan kita ini, mudah-mudahan pihak perusahaan akan mengerti dan ada kerja sama dengan OPD terkait yang membidangi selanjutnya,” kata Terkelin.

Kunjungan Bupati Karo Terkelin Brahmana di PT. USDF didamping Kadis Peternakan dan Perikanan Karo, Metehsa Karokaro, Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Karo, Liasma br Ginting, dan Kabid Peternakan Herniwaty br Perangin-angin.

Plt Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Karo, Liasma menjelaskan berdasarkan dokumen lingkungan yang diterbitkan untuk PT. USDF pada tahun 2012, perusahaan itu memiliki luas lahan 73 hektar. Kondisi saat ini, luas lahan bertambah, dan izinnya masih dalam proses.

“Nah, sekarang ini ada penambahan luas lahan seluas 83 hektar.  Otomatis pihak perusahaan mengajukan perubahan dokumen lingkungan agar diterbitkan ulang dan itu masih dalam tahapan proses izin lingkungan,” kata Liasma.

Merespons penjelasan Bupati Karo Terkelin Brahmana soal kontribusi (PAD) dan CSR perusahaan, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Karo, Metesha Karokaro mengaku selama ini perusahaan PT. USDF belum ada kontribusi PAD kepada Pemda Karo.

“Kita belum ada pintu masuk untuk meminta perusahan terkait kontribusi PAD. Sesuai Perda Tahun 2012 tentang  Kontribusi Pemungutan RPH (Rumah Potong Hewan). Kondisi ini, berlaku jika pihak perusahan melakukan penjualan sapi yang apkir maka dikenakan biaya kutipan sesuai Perda Rp20.000 per ekor,” kata Metehsa Karokaro.

Sedangkan untuk dana CSR perusahaan, Metesha menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan.

“Nanti kedepan kita koordinasikan dengan pihak perusahaan. Mudah-mudahan tidak jalan buntu,” tutur Metehsa.

Sementara itu, pihak perusahaan yang diwakili dari Manager PT. USDF, Dinda mengaku agak terkejut dengan kedatangan pejabat nomor satu di Kabupaten Karo beserta rombongan, sebab tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

Dinda dalam kesempatan itu menjelaskan, saat ini perusahaan memiliki sapi jenis friesian Holland lebih kurang 500 ekor.

“Sapi ini rata-rata sudah menanjak dewasa, sudah tahap pengembangan, beberapa tahun kedepan kita akan perah susunya. Namun, sekarang kita belum beroperasi secara utuh, mengingat sapinya belum dewasa,” ujar Dinda. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *