Sidang Perebutan Harta Warisan Antara Anak dan Ibu Tiri

oleh -1.447 Kali Dibaca
Ilustrasi

RIENEWS.COMPengadilan Agama (PA) Kabanjahe kembali menggelar sidang sengketa harta warisan peninggalan almarhum Maju Purba. Sidang ini digelar atas sengketa yang terjadi antara anak kandung almarhum Maju Purba,  Zulkifli Purba dengan ibu tirinya, Patimah.

Sidang yang semula diagendakan kesimpulan, Rabu 8 Agustus 2018, menjadi sidang mendengarkan keterangan para saksi.

Perubahan agenda sidang mendapat protes dari Albasius Depari, SH., selaku kuasa humum dari Zulkifli Purba.

Menurut Albasius, berdasarkan sidang lapangan di objek perkara Gang Kamboja, Berastagi, pada Kamis 19 Juli 2018, majelis hakim PA Kabanjahe mengagendakan sidang lanjutan, Rabu 8 Agustus 2018, dengan agenda kesimpulan.

Baca Berita: Atlet Taekwondo Karo Raih Medali Emas dan Perak di Kejurnas ICTU

Namun, kata Albasius, Ketua PA Kabanjahe menunda sidang dengan agenda kesimpulan, menjadi sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi dari pihak tergugat (Patimah).

“Saya sebagai kuasa hukum penggugat sangat keberatan, dan akan mengajukan keberatan atas pengajuan saksi dan alat bukti surat dari lawan. Di mana seharusnya pada hari ini, Rabu (8/8/2018), diagendakan sebagai sidang kesimpulan yang dituangkan ke dalam persidangan hari ini. Namun, tidak seperti semestinya. Jadi menurut kami ini sudah menyalahkan aturan hukum acara perdata,” tegas Albasius.

Perubahan agenda sidang, menurut Albasius, atas ketidakketegasan hakim Pengadilan Agama Kabanjahe, tentang mengatur acara persidangan.

Disebutkannya, penyebab ditundanya sidang kesimpulan, karena kuasa hukum dari pihak Patimah mengajukan permohonan kepada hakim Pengadilan Agama untuk menghadirkan saksi guna memberikan keterangan dan alat bukti surat saksi yang dimaksud yakni, Ermis Warni, 50 tahun, warga Gang Harapan Kelurahan Gundaling II, Berastagi.

Dikatakan Albasius, dalam persidagan Ermis mengatakan, almarhum Maju Purba dikenalnya sejak almarhum menikahi Patimah,  mengaku tidak ada kaitan saudara terhadap Patimah, hanya sebatas kaitan suku.

“Selain itu, saksi menyebutkan sebulan sebelum almarhum Maju Purba meninggal dunia, sempat berjumpa. Almarhum masih kuat berjalan, hanya fisiknya seperti terkena sakit gula,” ungkap Albasius.

Ditegaskan Albasius, sidang ini merupakan sengketa harta warisan dari almarhum Maju Purba bersama istri pertamanya almarhumah Layasi Br Depari, yang  belum pernah di bagikan kepada anak-anaknya.

Disebutkan Albasius, harta warisan milik almarhum Maju Purba bersama almarhumah istri pertamanya,  berupa rumah kontrakan 45  pintu, 1 unit losmen di Jalan Trimurti Gang Kamboja/Gang Maju Purba No.60 Kelurahan Tambak Lau Mulgap I, Berastagi.

Tanah tersebut, kata Albasius, merupakan pemberian dari orang tua Maju Purba, almarhum Cingkem Purba dan almarhumas Renggem Br Ginting.

“Semenjak ayah (Zulkifli) meninggal dunia seluruh warisan itu dikuasai oleh ibu tirinya, Patimah. Sidang kembali digelar 15 Agustus 2018,” pungkas Albasius.  (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *