RIENEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa dengan kekuatan 5,3 skala richter di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, Minggu 27 Januari 2019, sekitar pukul 11.36 WIB.
Pantauan Rienews di laman BMKG, menjelaskan, gempa dengan kedalaman 10 kilometer terjadi di 180 kilometer barat daya Kabupaten Simeulue, pada 1.62 LU – 94.76 BT. BMKG menegaskan gempa 5,3 SR tidak berpotensi tsunami.
Sementara dampak gempabumi 6,6 SR di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, yang terjadi pada Sabtu 26 Januari 2019, pukul 15.12 WIB, data sementara dilaporkan tidak ada korban jiwa.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, dampak gempa 6,6 SR di Kepulauan Aru, terdata 1 unit rumah alami rusak ringan, dan 1 rumah sakit juga mengalami kerusakan ringan.
“Gempa dirasakan kuat selama 5 detik. Sebagian masyatakat panik dan keluar rumah saat kejadian. Gempa tidak berpotensi tsunami. BPBD Kabupaten Kepulauan Aru terus melakukan pendataan dan menghimbau agar masyarakat tetap tenang. Kondisi saat ini sudah kondusif. Masyarakat sudah kembali ke rumahnya masing – masing. Tidak ada masyarakat yang mengungsi,” kata Sutopo, Sabtu malam.
Baca Berita: NU & Muhammadiyah Diusulkan Sebagai Kandidat Penerima Nobel Perdamaian
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menyebutkan, hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=6,6 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,9.
“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,51 LS dan 133,83 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 51 km arah barat laut Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, pada kedalaman 13 km,” kata Rahmat Triyono di laman BMKG.
Baca Juga: Sutopo: Semua Saya Lakukan Karena Panggilan Jiwa
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas tektonik berupa deformasi batuan di Zona Graben Aru.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Laut Banda ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar turun (normal Fault).
Berdasarkan laporan dari masyarakat, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Dobo dan Nabire dalam skala intensitas III MMI, Wamena dan Timika II MMI.
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” tegas Rahmat. (Rep-02)






