Terdeteksi Hotspot di Labuhan Batu dan Wilayah Provinsi Sumut

oleh -1.687 Kali Dibaca
Titik panas yang terdeteksi di wilayah Indonesia dalam laman modis-catalog.lapan.go.id. [Foto Printscreen | Rienews]

RIENEWS.COM –  Tiga citra satelit yang digunakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) memantau, mendeteksi titik panas (hotspot), menunjukkan kemunculan hotspot di sejumlah wilayah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, sejak Senin 12 Agustus hingga Selasa 13 Agustus 2019.

Pengamatan Rienews.com, Rabu 14 Agustus 2019, pukul 05.26 WIB, titik panas tersebut muncul di Kabupaten Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Padang Lawas Utara, Pandang Lawas, dan Tapanuli Selatan.

Berikut data yang diperoleh dari laman sipongi.menlhk.go.id, kemunculan titik panas di sejumlah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, dengan tingkat kepercayaan 80 persen.

Simak Berita Karhutla Di Sini

Terra/Aqua (LAPAN) pada Senin, 12 Agustus 2019;  Labuhan Batu Selatan (2 titik panas),  Padang Lawas Utara (1 titik panas),  Labuhan Batu (2 titik panas),  Padang Lawas (4 titik panas).

Citra satelit NPP (LAPAN) pada Senin, 12 Agustus 2019; Labuhan Batu Selatan  (1 titik panas),  Padang Lawas (4 titik panas),  Labuhan Batu (2 titik panas). NOAA (ASMC) pada Senin, 12 Agustus 2019;  Padang Lawas (1 titik panas).

Sedangkan di hari Rabu 13 Agustus 2019, citra satelit Terra/Aqua (LAPAN) menunjukkan titik panas terdeteksi di Tapanuli Selatan (1 titik panas).  NPP (LAPAN) mendeteksi titik panas di Labuhan Batu (1 titik panas),  Labuhan Batu Utara (1 titik panas).

Baca Berita:

5 Tahun ke Depan Pemerintah Pusat Fokus Pembangunan Mebidangro

Akademisi USU Perjuangkan Karo Masuk Warisan Dunia UNESCO

Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menyebutkan, hingga Selasa sore, 13 Agustus 2019, kualitas udara di wilayah Provinsi Riau yang berbatasan dengan Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Provinsi Sumatera Utara, hingga pukul 16.00 WIB, kategori sedang.

Dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih besar, BNPB menambah kekuatan udara. Sebelumnya, 34 unit helikopter beroperasi di beberapa wilayah di Indonesia. Total helikopter yang mendukung operasi pemadaman berjumlah 36 dengan rincian 28 unit untuk water-bombing dan 8 lainnya patroli.

Sedangkan pemadaman darat, total personel gabungan yang terlibat dan tersebar di sejumlah wilayah 9.072 orang.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan kemarau masih akan berlangsung hingga bulan Oktober. Kondisi ini mendorong sinergi multipihak untuk melakukan penanganan karhutla yang lebih optimal.

Agus menjelaskan, berdasarkan pantauan modis-catalog.lapan.go.id, pada Selasa 13 Agustus 2019, pukul 16.00 WIB, titik panas dengan tingkat kepercayaan 30 persen  terpantau sejumlah 416 titik panas di seluruh wilayah Indonesia.

Berikut ini rincian titik panas pantauan Lapan hingga Selasa sore ini, Kalimantan Tengah 144 titik panas, Kalimantan Barat 104 titik panas, Riau 56 titik panas, Sumatera Utara 18 titik panas, Nusa Tenggara Barat 17 panas, Kalimantan Timur 13 panas, Kalimantan Selatan 10 titik panas, Jawa Tengah 8 titik panas, Papua 8 titik panas, Sulawesi Tenggara 8 titik panas, Jawa Timur 7 titik panas, NTT 6 titik, Sulawesi Selatan 5, titik Sulawesi Utara 4 titik panas, Jambi 3 titik panas, Papua Barat 2 titik panas, Jawa Barat 1 titik, Kepulauan Bangka Belitung dan Maluku Utara masing-masing terdapat 1 titik panas. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *