Tragedi PETI di Bakan, Evakuasi Gunakan Alat Berat

oleh -1.122 Kali Dibaca
Tim SAR gabungan menurunkan alat berat dalam proses evakuasi dan pencarian pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI) yang tertimbun longsor pada Selasa malam, 26 Februari 2019, di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Evakuasi terhadap pekerja di penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, kini memasuki hari keempat. Tim SAR gabungan dalam evakuasi dan pencarian korban pekerja penambang,  semula diinformasikan berjumlah 60, kini mengerahkan alat berat di lokasi PETI yang longsor, menimbun pekerja.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam pernyataannya, Jumat 1 Maret 2019, mengungkapkan, sudah 28 korban longsor di lokasi penambangan berhasil dievakuasi. Dari jumlah korban yang dievakuasi, 8 korban meninggal dunia.

Tim SAR gabungan, sebut Sutopo, terus melanjutkan evakuasi di hari keempat.

“Sesuai kesepakatan bersama dan dengan pertimbangan saat rapat koordinasi kemarin yang dipimpin Deputi Operasi & Kesiapsiagaan BNPP (Basarnas), Bupati Bolaang Mongondow dan Forkopimda maka hari ini proses evakuasi korban longsor menggunakan alat berat. Hingga Jumat 1 Maret 2019, pukul 12.00 WITA, sebanyak 28 korban berhasil dievakuasi, di mana 8 orang meninggal dunia, dan 20 orang selamat,” kata Sutopo.

Baca Berita: Ini Pesan Buya Syafi’i di Tahun Politik 2019

Evakuasi terus dilakukan, dikoordinir oleh Basarnas. Personel yang tergabung dalam operasi SAR gabungan adalah Basarnas, BPBD Bolmong, BPBD Kotamobagu, Marinir, TNI, Polri, Pol PP,  PMI, Tagana, Rescue JRBM, Tim Medis/DVI Polda Sulut dan Relawan.

Berita Emas Bakan: Tim SAR Evakuasi 26 Penambang Emas Bakan, Seorang Korban Diamputasi

“Peralatan yang digunakan saat ini ekskavator, loader dan light tower,” imbuh Sutopo.

Berikut data 20 korban selamat; Deni Potabuga (31 tahun) warga Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kotamobagu, Sudarto Tulong (40 tahun) warga Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow . Pian Potabuga (42 tahun) warga Kelurahan Genggulang, Kotamobagu Utara, Kotamobagu,  Topan Potabuga (43 tahun) warga Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Anas Sutiyo Nugroho (24 tahun) warga Desa Bongkudai Kecamatan Modayag Barat Kabupaten Boltim, Mardianto Singosari (32 tahun) warga Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag Barat, Boltim, Awal Mamonto (35 tahun) warga Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Haya Londa (35 tahun) warga Desa Mopusi Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Nadin Simbala (25 tahun) warga Desa Bilalang Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Langku Alikarang (38 tahun) warga Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Risko Tampoi warga Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow, Uding Dotulong warga Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Toni Paputungan warga Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Heldi Mokoagow warga Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kotamobagu, Muin Andrease warga Desa Solimandungan, Kecamatan Bolaang, Bolaang Mongondow , Harson Mokoginta warga Desa Tudu Aog, Kecamatan Passi, Bolaang Mongondow, Fandi Modeong warga Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow, Rusman Pobela warga Desa Pangian, Kecamatan Passi, Bolaang Mongondow , Rustam Golonggom warga Desa Tudu Aog, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow, Sapri Mokodompit warga Desa Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu.

Delapan korban yang meninggal dunia; Rifai Mamonto (39 tahun) warga Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Julfikran Makainda (16 tahun) warga Mataindo, Kecamatan Pinolosoian Tengah, Kabupaten Bolsel, Erwin Paputungan (35 tahun) warga Desa Mopusi Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Waldi Tiwang warga Desa Pangian, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Muksa Mamonto warga Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow , Martoni Asiking warga Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow , Teddi Mokodompit warga Desa Pontodon Timur, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Abdul Pitres Larene (44 tahun) warga Bilalang III Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *