Warga Kabupaten Tanggamus Rasakan Guncangan Kuat Gempa 5,5 Magnitudo

oleh -133 Kali Dibaca
Tangkapan layar dari laman bmkg.go.id, pusat gempa di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Selasa 10 November 2020. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, melaporkan guncangan gempa berkekuatan 5,5 magnitudo dirasakan kuat oleh masyarakat.

Gempa 5,5 magnitudo terjadi Selasa 10 November 2020, sekitar pukul 07.52 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa berapa pada kedalaman 10 kilometer.

“BPBD Kabupaten Tanggamus menginformasikan bahwa gempa tersebut dirasakan warga cukup kuat. Namun demikian, guncangan tidak menimbulkan kepanikan masyarakat. Pihak otoritas setempat terus memantau situasi lapangan, sedangkan masyarakat Pesisir Barat masih di provinsi ini merasakan guncangan lemah. Warga di Kabupaten Pesisir Barat sempat panik hingga keluar rumah,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati.

Berita Gempa Lainnya: Warga Mamuju Tengah Panik Diguncang Lindu 5,1 Magnitudo

BMKG menyebutkan, guncangan gempa 5,5 magnitudo dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intesity gempa tersebut antara lain II MMI di Pringsewu, Pesawaran, III MMI Tanggamus, Liwa, Ulubelu dan Limau. MMI merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Gempa tersebut berada di laut, dengan posisi 121 km barat daya Tanggamus atau 126 km tenggara Pesisir Barat.

Baca Berita:

Bobby-Aulia Diminta Perhatikan Guru MDTA

Kesiapsiagaan Mitigasi 4 Kabupaten Hadapi Erupsi Gunung Merapi

Menilik analisis InaRISK, Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu Kawasan dengan bahaya kategori sedang hingga tinggi untuk gempa bumi. Sebanyak 20 kecamatan teridentifikasi berada pada zona tersebut dengan potensi populasi terpapar mencapai 383.819 jiwa.

BNPB terus memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD setempat terkait dengan kondisi terkini pascagempa. Masyarakat diimbau terus waspada terhadap potensi bencana geologi, seperti gempa bumi. Hingga saat ini tidak ada teknologi yang dapat memprediksikan kapan dan dimana gempa terjadi. (Red | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *