Warga Sekitar PLTA PT WEP Siap Blokir Jalan

oleh -2.181 Kali Dibaca
Aksi yang dilakukan warga di sekitar lokasi PLTA yang dibangun PT. WEP. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM –  Warga di areal Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT. Wampu Elektric Power (WEP) berada di kawasan Rih Tengah Kec. Kutabuluh Kab. Karo segera melakukan aksi, bila mana tuntutan dari mereka tidak ditanggapi.

Adapun aksi yang akan dilakukan warga sekitar areal PT. WEP dengan cara melakukan pemblokiran jalan. Hal itu disampaikan perwakilan warga dari Desa Kutabuluh yang mempertegas akan tuntutannya kepada anggota DPRD Karo pada Selasa 25 April 2017 di Ruang Dengar Pendapat (Rudpen).

Kellima perwakilan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Karo, Inolia br Ginting dan Effendy Sinukaban. Sebelumnya, Sikap Tarigan, Paten Sembiring dan Maklum Ginting warga Desa Kutabuluh menyampaikan tuntutan mereka sesuai dengan peraturan undang – undang Gubernur Sumatera Utara tahun 2006 terkait, apabila ada salah satu pembangunan di Desa/Kecamatan yang didirikan oleh PT. Maka PT tersebut berhak melakukan perbaikan jalan atau membuat jalan tembus ke desa tempat berdirinya PT tersebut.

“Hingga sampai saat ini perbaikan jalan menuju desa kami belum diperbaiki pihak terkait. Begitu juga dengan sewa lahan atau ganti rugi yang telah dijanjikan pihak PT WEP kepada warga. Jadi kedatangan kami ke sini berharap kepada pihak DPRD Karo guna menyurati pihak tersebut, bertujuan agar bisa saling mendengar, dan menerima pendapat agar satu tujuan demi berlangsungnya pembangunan yang diharapkan,” ungkap Sikap Tarigan.

Paten Tarigan, mengutarakan, masyarakat setempat siap melakukan pemblokiran jalan. Guna menghambat jalan angkutan berat pihak PT. WEP supaya tidak bisa masuk melintasi desa mereka. Jalan pemblokiran adalah satu – satunya cara yang sangat tepat melawan penindasan serta penipuan janji manis diberikan pihak terkait kepada warga.

Wakil DPRD Karo, Inolia mengatakan, segala keluhan serta masukan dari warga akan ditampung dan disampaikan kepada pihak terkait. Dengan cara menyurati, agar dapat duduk bersama dengan warga menyelesaikan permasalahan ini. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *