Waspadai Bencana di Masa Pancaroba

oleh -144 Kali Dibaca
Puluhan rumah warga di Desa Suka Ramai, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, rusak dihantam puting beliung, Rabu malam, 6 Maret 2019. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga mewaspadai bencana di masa pancaroba. Dalam pekan pertama Maret 2021, BNPB mencatat kejadian bencana angin puting beliung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengungkapkan, kejadian puting beliung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung, merupakan fenomena yang biasa di saat peralihan musim.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan angin puting beliung di Kepulauan Bangka Belitung terjadi pada Jumat 5 Maret 2021. Puting beliung melanda Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Peristiwa terjadi saat hujan deras yang disertai angin kencang pada siang, pukul 14.00 WIB.

Pusdalops BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaporkan bahwa sebanyak 51 KK terdampak.

Baca Juga:

Kabupaten Karo Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana 2021

Pemerintah Buka Peluang Kerjasama Swasta Percepat Vaksin Merah Putih

“Rumah mereka mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda. BPBD setempat masih melakukan verifikasi tingkat kerusakan di lapangan. BPBD telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, Tagana dan PMI serta warga untuk membantu warga terdampak,” kata Raditya.

Kejadian serupa terjadi di Provinsi Lampung, Kamis 4 Maret 2021. Puting beliung terjadi di Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur, sekitar pukul 19.00 WIB.

Data BPBD setempat mencatat 69 KK terdampak puting beliung. BPBD mengidentifikasi rumah rusak ringan 52 unit dan rusak berat 9. Tidak hanya sektor perumahan yang rusak, tetapi juga tempat budidaya jamur maupun peternakan setempat.

Merespons kejadian ini, BPBD bersama mitra terkait lain melakukan pendataan dan pertolongan kepada warga terdampak. BPBD mengirimkan bantuan logistik berupa perlengkapan makan, sekolah dan keluarga.

Data BNPB dari awal Januari hingga 6 Maret 2021, total bencana yang tercatat berjumlah 723 kejadian. Dari total bencana, sebanyak 171 kejadian merupakan angin puting beliung.

“Sejauh ini, bencana ini mengakibatkan rumah rusak berat 209 unit, rusak sedang 513 dan rusak sedang 2.195. Selain dampak kerusakan, bencana ini mengakibatkan korban meninggal dunia 1 warga dan luka-luka 36,” imbuh Raditya.

Warga diimbau untuk berhati-hati saat angin puting beliung terjadi seiring pergantian musim. Apabila terjadi angin kencang atau angin puting beliung, warga direkomendasikan untuk berlindung di dalam bangunan yang kokoh. Jangan berlindung di bawah pohon atau di dekat papan serta hindari benda-benda tajam yang dapat dengan mudah terbawa oleh angin kencang. (Red)

Sumber :

bnpb.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *