Finalisasi RT-RPJMD, Bupati Karo Tekankan 5 Hal Ini

oleh -110 Kali Dibaca
Rapat pembahasan finalisasi rancangan teknokratik rencana pembangunan jangka menengah daerah dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana menekankan lima hal dalam rapat pembahasan finalisasi rancangan teknokratik rencana pembangunan jangka menengah daerah (RT-RPJMD), Kamis 26 November 2020, di lantai 3 Kantor Bupati Karo, Kabanjahe.

“Pertama, perencanaan yang baik. Yakni perencanaan yang didukung data yang valid. Semua perangkat daerah agar menguasai data dan melihat tren perkembangan minimal 5 tahun terakhir, guna mengetahui permasalahan dengan tepat,” ujar Terkelin.

Terkelin melanjutkan, hal penting kedua; evaluasi menyeluruh terhadap RPJMD Kabupaten Karo tahun 2016-2021.

“Cermati capaiannya dan ketahui hambatan yang dialami selama ini. Ketiga; analisis kemampuan keuangan secara cermat, optimis tapi tetap realistis untuk menentukan sasaran RPJMD berikutnya. Keempat; cermati dan identifikasi permasalahan pembangunan Kabupaten Karo, yaitu kesenjangan antara kinerja pembangunan yang dicapai saat ini dengan direncanakan dan kesenjangan yang akan dicapai masa mendatang. Kelima; cermati dan identifikasi isu strategis yang berkembang saat ini. Yaitu kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan, karateristik bersifat penting, mendasar, mendesak, berjangka menengah dan panjang,” ujarnya.

Kelima penekanan itu disampaikan Terkelin di hadapan AS yang mengikuti rapat pembahasan finalisasi RT-RPJMD. Hadir juga Kasubdit Perencanaan dan Evaluasi Wilayah II Ditjen Bisa Pembangunan Daerah, Kemendagri, Bob Ronald F. Sagala, Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Utara Pahala Panjaitan.

Baca Berita:

Ini Tiga Lokasi Sementara Bagi Pedagang Pasar Berastagi

Bupati Karo Apresiasi Pencanangan Zona Anti Korupsi dan Birokrasi Bersih di Lingkup BPN

Bupati Karo menyebutkan, kelima penekanan tersebut didasari hasil dari sejak awal penyusun rancangan teknokratik RPJMD.

“Mulai dari pembentukan tim, orientasi, pengumpulan data, penelaah dan analisis. Sehingga lima penegasan tersebut sudah sepatutnya menjadi acuan,” ungkapnya.

Meski demikian, kata Terkelin, ke depan tantangan baru akan muncul tidak seperti biasa. Yakni terkait teknologi informasi, dan juga pengaruh pandemi Covid-19.

Bupati mengingatkan jajarannya agar mencapai target sasaran yang telah ditentukan. Bila tidak tercapai, konsekuensinya masyarakat.

“Salah satu contoh, penerapan teknologi informasi dalam perencanaan  melalui aplikasi sistem informasi pemerintahan Daerah (SIPD) yang dirancang  perencanaan lebih terbuka, sistematis dan tepat waktu. Apabila sasaran tidak tercapai, masyarakat jadi korban. Ini jangan pernah terjadi,” pungkasnya.

Mengenai pandemi Covid-19, diakui Terkelin, Kabupaten Karo merasakan dampaknya.

“Kita merasakan pengaruh pandemi Covid-19. Masa pandemi ini yang (belum) akan selesai dalam waktu dekat, harus ada adaptasi kebiasaan baru. Ini juga harus disesuaikan dengan cara bekerja,” imbuhnya. (Rep-01)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *